PONTIANAK POST – Polsek Batang Tarang, Polres Sanggau, terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Salah satunya melalui patroli sekaligus sosialisasi kepada masyarakat di wilayah hukumnya, Minggu (27/9).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 WIB tersebut menyasar sejumlah desa di wilayah hukum Polsek Batang Tarang. Personel menyampaikan imbauan secara langsung kepada warga serta memasang banner berisi pesan pencegahan Karhutla.
Masyarakat diingatkan agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar. Personel juga memberikan pemahaman mengenai berbagai risiko pembakaran lahan, mulai dari gangguan terhadap kesehatan, keselamatan, hingga kerusakan lingkungan.
Baca Juga: Polsek Batang Tarang Panen Jagung Hibrida, Hasilkan 4,32 Ton Jagung per Hektare
Kapolsek Batang Tarang Ipda Miskun, mengatakan, kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
“Kami tidak hanya melakukan patroli, tetapi juga terus membangun komunikasi dengan masyarakat melalui sosialisasi. Kami ingin warga memahami bahwa membuka lahan dengan cara membakar memiliki risiko terhadap lingkungan dan keselamatan bersama serta terdapat ketentuan hukum yang harus dipatuhi,” ujar Ipda Miskun.
Menurutnya, peran aktif masyarakat sangat penting dalam mencegah terjadinya Karhutla. Warga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan titik api, kepulan asap maupun aktivitas pembakaran lahan yang berpotensi berkembang menjadi kebakaran.
Polsek Batang Tarang juga mengajak kepala desa, perangkat desa, tokoh masyarakat dan seluruh warga untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi cuaca meningkatkan risiko terjadinya kebakaran.
Baca Juga: Polres Singkawang Perkuat Edukasi Warga untuk Cegah Karhutla di Sanggau Kulor
“Pencegahan akan lebih efektif apabila kesadaran masyarakat tumbuh sejak sebelum terjadi kebakaran. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan,” tambahnya.
Patroli dan sosialisasi akan terus dilakukan sebagai bagian dari langkah pencegahan Karhutla. Melalui sinergi antara kepolisian dan masyarakat, diharapkan potensi kebakaran hutan dan lahan dapat ditekan sehingga keamanan, kesehatan dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. (agg)
Editor : Miftahul Khair