PONTIANAK POST — Seorang pria berinisial PA (48) ditemukan meninggal dalam posisi telungkup dan tertimpa sepeda motor di jalan gang Dusun Lape, Desa Lape, Kecamatan Kapuas, Kabupaten Sanggau, Senin (28/9) pagi. Di dekat lokasi penemuan terdapat jembatan yang telah terputus atau roboh.
Polisi menduga korban mengalami kecelakaan saat melintas di jalan penghubung RT 003 menuju RT 005 tersebut. Korban diduga mengalami benturan keras pada bagian kepala sebelum akhirnya ditemukan dengan sepeda motor bernomor polisi KB 3109 DL berada di atas tubuhnya.
Namun, penyebab pasti kematian masih didalami. Polisi belum menyimpulkan kondisi jembatan yang terputus sebagai penyebab kecelakaan.
Informasi penemuan korban diterima Polsek Kapuas sekitar pukul 08.32 WIB. Personel Polsek Kapuas bersama Pamapta III Polres Sanggau, Unit Inafis, dan Satuan Lalu Lintas kemudian mendatangi lokasi.
Ditemukan Warga yang Hendak ke Warung
Korban pertama kali ditemukan HT (50), warga yang pagi itu berjalan kaki menuju warung.
Ketika melintas di sekitar jembatan yang telah roboh, HT melihat seseorang tergeletak dalam posisi telungkup. Sebuah sepeda motor berada di atas tubuh korban.
HT kemudian memberi tahu warga sekitar dan melaporkan penemuan tersebut kepada Polsek Kapuas.
Kepala Wilayah Dusun Lape, Ades, menerangkan lokasi tersebut merupakan jalan gang yang menghubungkan RT 003 dengan RT 005. Kondisi jembatan yang terputus turut diperiksa untuk mengetahui rangkaian kejadian sebelum korban ditemukan.
Kapolsek Kapuas Iptu Marianus mengatakan polisi mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), memeriksa kondisi korban, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Begitu menerima laporan masyarakat, personel langsung mendatangi lokasi untuk mengamankan TKP, memeriksa kondisi korban, serta mengumpulkan keterangan awal dari saksi,” ujarnya.
Luka di Kepala
Pemeriksaan awal dilakukan Unit Inafis Polres Sanggau bersama petugas medis Puskesmas Pembantu Desa Lape.
Menurut kepolisian, pemeriksaan awal tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Petugas menemukan luka di bagian kepala yang diduga berkaitan dengan benturan keras pada permukaan jalan beton.
Temuan tersebut menjadi salah satu bahan untuk mendalami kemungkinan korban mengalami kecelakaan.
Polisi menduga PA terjatuh ketika mengendarai sepeda motor di sekitar jalan gang tersebut. Setelah mengalami benturan pada kepala, korban diduga tertimpa sepeda motornya.
Dugaan tersebut belum merupakan kesimpulan akhir.
“Untuk penyebab pasti meninggalnya korban, kami masih melakukan pendalaman berdasarkan hasil pemeriksaan TKP, keterangan saksi, keluarga, dan pihak medis,” kata Marianus.
Dua Hari Sebelumnya Pamit
Keterangan keluarga turut dikumpulkan untuk menelusuri aktivitas terakhir korban.
PA diketahui berpamitan kepada istrinya, SY (45), pada Sabtu (26/9) sekitar pukul 19.00 WIB. Menurut keterangan yang disampaikan keluarga kepada polisi, korban saat itu hendak bersantai bersama teman-temannya di kawasan ramp kelapa sawit.
Keluarga menyatakan tidak mengetahui adanya persoalan rumah tangga ataupun masalah korban dengan pihak lain sebelum kejadian.
Selain SY dan HT, polisi meminta keterangan LJU (40). Kesaksian mereka digunakan untuk membantu menyusun kronologi sejak korban terakhir meninggalkan rumah hingga ditemukan meninggal.
Jembatan Putus Ikut Diperiksa
Keberadaan jembatan terputus di sekitar tempat korban ditemukan menjadi salah satu kondisi fisik yang diperiksa polisi.
Namun, belum ada keterangan kepolisian yang memastikan korban terjatuh karena jembatan tersebut. Perlu diketahui pula waktu korban melintas, kondisi penerangan saat kejadian, posisi kendaraan sebelum terjatuh, dan kondisi jalan di sekitar jembatan.
Setelah pemeriksaan awal selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka.
Polisi meminta masyarakat tidak membuat kesimpulan sendiri mengenai penyebab kematian sebelum pemeriksaan selesai.
“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuat kesimpulan sendiri dan menyerahkan proses penanganannya kepada petugas,” ujar Marianus.
Editor : Aristono Edi Kiswantoro