PONTIANAK POST – Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah musim kemarau yang masih berlangsung menjadi perhatian serius Polsek Meliau, Polres Sanggau. Upaya pencegahan diperkuat dengan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait larangan membuka maupun membersihkan lahan dengan cara membakar.
Sosialisasi tersebut digelar di Aula Kantor Desa Balai Tinggi, Kecamatan Meliau, Kabupaten Sanggau, Senin (5/10). Kegiatan diikuti Kapolsek Meliau Iptu Supar bersama sejumlah personel, Kepala Desa Balai Tinggi Yakobus Lukas beserta perangkat desa, serta jajaran Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) dan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) se-Kecamatan Meliau.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.00 WIB itu dilakukan menyikapi kondisi kemarau yang masih berlangsung serta ditemukannya sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Desa Balai Tinggi.
Baca Juga: Karhutla Mereda, Kalbar Tetap Siaga: Status Tanggap Darurat Diperpanjang
Kapolsek Meliau Iptu Supar mengatakan, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Tidak hanya mengandalkan aparat, upaya tersebut harus dimulai dari kesadaran masyarakat untuk tidak menggunakan api saat membuka atau membersihkan lahan.
“Musim kemarau yang berkepanjangan harus kita sikapi dengan kewaspadaan. Jangan sampai aktivitas membuka lahan dengan cara membakar justru menimbulkan kebakaran yang sulit dikendalikan dan berdampak luas kepada masyarakat maupun lingkungan,” ujar Iptu Supar.
Menurutnya, edukasi juga penting diberikan kepada perangkat desa, penyuluh pertanian, tokoh masyarakat, dan pihak terkait lainnya. Mereka diharapkan dapat meneruskan informasi tersebut kepada masyarakat di wilayah masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan sosialisasi mengenai Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Bagian Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.
Baca Juga: HUT ke-81 TNI, Bupati Kayong Utara Romi Wijaya Soroti Peran TNI dalam Penanganan Karhutla
Penyampaian materi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai risiko penggunaan api dalam kegiatan pembukaan lahan, terlebih saat kondisi cuaca kering dan rawan terjadi kebakaran.
Iptu Supar juga mengajak perangkat desa, tokoh adat, tokoh masyarakat serta penyuluh pertanian untuk menjadi penggerak pencegahan karhutla. Kedekatan mereka dengan masyarakat dinilai menjadi kekuatan penting dalam menyampaikan edukasi secara berkelanjutan.
“Kami mengajak perangkat desa, tokoh adat, penyuluh pertanian dan seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jika ada kegiatan pembukaan lahan, mari mencari cara yang aman dan tidak menggunakan api. Pencegahan sejak awal jauh lebih baik daripada kita harus menghadapi kebakaran yang sudah meluas,” katanya.
Polsek Meliau berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus menekan potensi karhutla di wilayah Kecamatan Meliau.
Sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, BPP, PPL, tokoh masyarakat dan warga akan terus diperkuat sebagai bagian dari upaya menjaga lingkungan serta menciptakan situasi yang aman dan kondusif selama musim kemarau. (agg)
Editor : Miftahul Khair