PONTIANAK POST – Masyarakat Desa Engkahan, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau, dipersiapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Upaya itu dilakukan melalui pembentukan dan pembekalan Masyarakat Peduli Api (MPA), Kamis (8/10).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Desa Engkahan mulai pukul 08.30 WIB tersebut melibatkan unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, pemerintah desa, petugas kehutanan, Manggala Agni, serta masyarakat setempat.
Pembentukan MPA bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesiapsiagaan warga dalam mengantisipasi potensi kebakaran. Kelompok ini juga diharapkan mampu mendukung deteksi dini, mempercepat penyampaian informasi, serta memperkuat koordinasi dengan petugas apabila ditemukan indikasi karhutla.
Baca Juga: Ria Norsan Minta Masyarakat Peduli Api Perkuat Penanganan Karhutla di Wilayah Rawan Kalbar
Dalam pembekalan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai bahaya karhutla, langkah pencegahan sejak dini, serta pentingnya melaporkan titik api dan kepulan asap agar dapat segera ditindaklanjuti.
Ps. Kanit Samapta Polsek Sekayam Aiptu Bagiyo juga mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Masyarakat diminta menggunakan metode pembukaan dan pembersihan lahan yang lebih aman guna menghindari kebakaran dan pencemaran udara.
Imbauan itu mengacu pada Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2026 tentang Larangan Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar.
Menurut Bagiyo, pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keberadaan MPA diharapkan tidak sekadar menjadi kelompok formal, tetapi juga mampu berperan aktif menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan di tingkat desa.
“MPA bukan hanya sebuah kelompok yang dibentuk secara administratif, tetapi diharapkan menjadi bagian dari kekuatan masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dengan pengetahuan dan kesiapsiagaan yang baik, masyarakat dapat menjadi mata dan telinga dalam mendeteksi potensi karhutla sejak awal,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca dan rendahnya curah hujan yang dapat meningkatkan risiko kebakaran.
Apabila menemukan titik api atau indikasi karhutla, warga diminta segera melapor kepada aparat dan petugas terkait. Penanganan awal harus dilakukan dengan memperhatikan keselamatan serta tidak mengambil tindakan berisiko yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
“Yang paling utama adalah mencegah api sebelum menjadi bencana. Karena itu, kami mengajak masyarakat Desa Engkahan untuk membangun kepedulian bersama, saling mengingatkan, dan segera berkoordinasi apabila melihat adanya potensi kebakaran. Sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, TNI, Polri, Manggala Agni dan instansi kehutanan harus terus diperkuat,” tegasnya.
Pembentukan MPA Desa Engkahan diharapkan memperkuat sistem pencegahan karhutla berbasis masyarakat di Kecamatan Sekayam. Dengan kesiapsiagaan dan koordinasi yang baik, potensi kebakaran diharapkan dapat diketahui lebih awal sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas.
Kolaborasi antara masyarakat dan instansi terkait menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus meminimalkan ancaman karhutla di Kabupaten Sanggau. (agg)
Editor : Miftahul Khair