Bertemakan "Aksi Nyata peduli lingkungan di kawasan wisata Taman Kelempiau Keling Kumang" tersebut didukung oleh Keling Kumang Group, Yayasan Pusat Pemberdayaan Sumber Daya Ibanik (PPSDI), Tawak Borneo, Sintang Informasi dan Sekadauhits.
Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Non Akademik STKIP Persada Khatulistiwa, Herpanus, sebanyak 21 orang peserta dari berbagai jurusan serta angkatan mengikuti kegiatan tersebut.
Wakil Ketua Non Akademik STKIP Persada Khatulistiwa, Herpanus menjelaskan camping dilaksanakan selama dua hari satu malam, dengan tujuan untuk menjalin rasa kebersamaan dan membentuk karakter mahasiswa supaya mencintai lingkungan sekitar "hidup bersahabat dengan alam".
“Oleh karena itu kegiatan sengaja dipilih di lokasi Taman Kelempiau karena di taman ini sangat cocok untuk camping, suasana hutannya masih alami dan jauh dari keramaian,” ujarnya.
Selain itu di Taman Kelempiau juga didukung oleh beberapa fasilitas pendukung seperti Balai Pertemuan untuk acara malam, alat panggang, tempat mandi dan sungai untuk peserta berenang.
“Adapun kegiatan yang dilakukan diantaranya menanam pohon, lomba renang di sungai, membersihkan lingkungan, membuat tulisan ajakan atau himbauan kepada pengunjung taman supaya bersahabat dengan alam,” ucap Herpanus.
Lanjutnya, pada malam hari diisi dengan kuliah umum atau sharing pengalaman oleh pihak pengelola taman yaitu Hendrikus Mangku, tentang sejarah singkat taman dan pengalaman kuliah di luar negeri dan bagaimana sikap mahasiswa di luar terhadap lingkungan sekitar.
“Dulu saya dan Pak Herpanus satu alumni UKM Kuala Lumpur di kampus kami banyak satwa-satwa liar seperti kera, biawak, babi hutan dan berbagai binatang lain berkeliaran di kawasan kampus hidup dengan aman tanpa ancaman jadi tabas (makanan),” terangnya.
Selain kampanye tentang pelestarian alam, turut juga dikampanyekan pelestarian Bahasa dan Budaya "Jangan malu dengan bahasa dan budaya mu, sebab itulah identitas mu".
Dikesempatan yang sama, Owner Tawak Borneo, Vero Apronolius, dirinya mengajak mahasiswa untuk melestarikan budaya dan kampanye tentang kebudayaan lokal serta tempat wisata di Kalbar dengan menggunakan media sosial.
“Sebelum berangkat ke lokasi peserta dilakukan pengecekan suhu badan dan hanya peserta yang dalam keadaan sehat dan jumlahnya terbatas. Para peserta juga diwajibkan menerapkan protokol kesehatan selama berada di kawasan taman Kelempiau,” pungkasnya. (var) Editor : Administrator