PONTIANAK POST - Kapolres Sekadau, AKBP I Nyoman Sudama mengatakan pers memiliki peran penting terutama dalam mendukung program ketahanan pangan yang dijalankan pemerintah.
"Media memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat, termasuk terkait program ketahanan pangan," ujarnya saat hadir di Peringatan Hari Pers Nasional Kabupaten Sekadau, belum lama ini.
Kapolres mengungkapkan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendefinisikan ketahanan pangan berdasarkan tiga aspek utama, yakni ketersediaan, akses, dan pemanfaatan pangan. Sementara itu, Organisasi Pangan Dunia menambahkan satu aspek lagi, yakni stabilitas dalam menjaga ketiga komponen tersebut.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal produksi, tetapi juga distribusi dan akses masyarakat terhadap pangan yang cukup dan bergizi. Oleh karena itu, media berperan penting dalam mengawal program ini," tegasnya.
Menurutnya, beberapa program yang telah diluncurkan pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan harus mendapatkan respon positif, termasuk yang diterapkan di lingkungan kepolisian. Program pertama adalah pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam bahan pangan bergizi guna mendukung program makan bergizi gratis.
Selain itu, kepolisian juga mendorong pemanfaatan lahan tidur untuk penanaman jagung dan sistem tumpang sari guna meningkatkan hasil pertanian. Program lainnya meliputi pengawasan distribusi bibit, pupuk, dan hasil panen, serta rekrutmen personel kepolisian dengan keahlian di bidang pertanian, peternakan, perikanan, gizi, dan kesehatan masyarakat.
"Ini adalah upaya bersama yang berkelanjutan. Jika semua pihak terlibat, kita bisa mencapai ketahanan pangan yang kuat dan mandiri," katanya. (sgg)
Editor : A'an