PONTIANAK POST - Setelah berjam-jam menyisir rimba lebat di Kabupaten Sekadau, tim SAR gabungan akhirnya menemukan lokasi jatuhnya helikopter PK-CFX.
Namun malam yang gelap dan medan terjal memaksa proses evakuasi korban ditunda hingga pagi.
Tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, KPH, Damkar, dan warga setempat berhasil mencapai titik lokasi yang diduga menjadi tempat jatuhnya helikopter di kawasan hutan Kecamatan Nanga Taman, Kamis (16/4) malam.
Kabag Ops Polres Sekadau, AKP Sugianto, memastikan tim sudah berada di lokasi sesuai koordinat terakhir helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang kontak.
“Kami sudah berada di lokasi jatuhnya pesawat. Namun malam ini tidak memungkinkan melakukan evakuasi karena situasi gelap dan medan sangat terjal,” ujarnya.
Menurut Sugianto, tim gabungan memutuskan bertahan di atas bukit sekitar lokasi kejadian. Evakuasi baru akan dilanjutkan saat kondisi memungkinkan pada pagi hari.
Sebelumnya, petunjuk awal keberadaan helikopter diperoleh dari penyisiran udara menggunakan helikopter Super Puma TNI AU.
Tim udara mendeteksi serpihan yang diduga bagian dari helikopter di kawasan hutan Nanga Taman sekitar pukul 15.25 WIB.
Temuan tersebut langsung menjadi fokus pencarian tim SAR gabungan.
Sejumlah personel darat kemudian bergerak menuju titik lokasi melalui jalur hutan yang sulit dijangkau.
Helikopter jenis Airbus H130 dengan registrasi PK-CFX milik PT Matthew Air itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak saat melakukan penerbangan dari Kabupaten Melawi menuju Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya.
Helikopter tersebut lepas landas dari Helipad PT Citra Mahkota Abadi di Desa Nanga Keruap, Kecamatan Menukung, sekitar pukul 07.34 WIB.
Pesawat dijadwalkan mendarat di Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 di Desa Teluk Bakung, Kecamatan Sungai Ambawang, pada pukul 08.50 WIB.
Namun di tengah perjalanan, komunikasi dengan pengawas penerbangan terputus pada pukul 08.10 hingga 08.39 WIB.
Informasi hilangnya kontak kemudian dilaporkan AirNav kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak sekitar pukul 10.40 WIB.
Kepala Kantor SAR Pontianak, I Made Junetra, menjelaskan titik terakhir helikopter terdeteksi di wilayah Kecamatan Nanga Taman.
Koordinat terakhir pesawat tercatat pada titik 0 derajat 10 menit 51,91 detik lintang selatan dan 110 derajat 47 menit 25,49 detik bujur timur.
Koordinat tersebut menjadi acuan utama bagi tim SAR untuk mengerahkan operasi pencarian dari udara maupun darat.
Helikopter naas itu diketahui membawa delapan orang saat penerbangan berlangsung. Dua orang merupakan kru penerbangan dan enam lainnya adalah penumpang.
Pilot helikopter diketahui bernama Kapten Marindra W, sedangkan posisi kopilot diisi Harun Arasyd.
Sementara enam penumpang yang berada di dalam helikopter masing-masing adalah Patrick K, Victor T, Charles L, Joko C, Fauzie O, dan Sugito.
Hingga berita ini diturunkan, proses evakuasi masih menunggu kondisi yang memungkinkan. Tim SAR memastikan operasi penyelamatan akan dilanjutkan secepatnya pada pagi hari. (ars)
Fakta Penting
| Poin | Keterangan |
|---|---|
| Helikopter | Airbus Helicopter H130 (H130T2) |
| Registrasi | PK-CFX |
| Operator | PT Matthew Air |
| Penumpang | 6 orang |
| Kru | 2 orang (pilot dan kopilot) |
| Lokasi Jatuh | Hutan Kecamatan Nanga Taman, Sekadau |
| Kendala Evakuasi | Medan terjal dan gelap malam |
Editor : Aristono Edi Kiswantoro