PONTIANAK POST — Tiga hari sejak helikopter PK-CFX jatuh di belantara Desa Tapang Tingang, Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau satu per satu serpihan cerita mulai diangkat dari lokasi kejadian. Pada Senin (20/4), tim investigasi akhirnya mengevakuasi bagian yang paling vital yakni mesin helikopter.
Evakuasi itu menjadi penutup rangkaian olah tempat kejadian perkara (TKP) yang berlangsung sejak 18 April. Mesin dibawa keluar hutan oleh petugas, dengan menggunakan tenaga manusia, dipikul bersama.
Kasi Humas Polres Sekadau AKP Triyono mengatakan proses investigasi melibatkan banyak pihak, mulai dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Basarnas, TNI, Polri, kru PT Matthew Air, hingga warga sekitar.
Baca Juga: Delapan Korban Helikopter PK-CFX Teridentifikasi, Investigasi KNKT Fokus Kumpulkan Bukti Penyebab
“Pada hari terakhir, tim gabungan melaksanakan evakuasi komponen utama helikopter berupa mesin dari titik jatuh sebagai bagian dari tahapan lanjutan investigasi kecelakaan udara,” ujar AKP Triyono di Sekadau.
Di lapangan, pekerjaan itu tidak sederhana. Jalur yang harus dilalui bukan jalan setapak biasa. Tanah menanjak, licin, dan sempit. Akses kendaraan pun hanya bisa menjangkau titik tertentu. Selebihnya, tenaga manusia menjadi andalan.
Sekitar 15 warga Dusun Gandis, Desa Tapang Tingang ikut turun tangan. Mereka memikul mesin itu bersama aparat, menyusuri medan yang berat, perlahan namun pasti.
Baca Juga: KNKT Targetkan Laporan Awal Kecelakaan Helikopter PK-CFX di Sekadau Terbit dalam 30 Hari
“Medan yang dilalui berupa tanjakan, turunan, dan akses yang terbatas, sehingga membutuhkan kerja sama seluruh tim serta partisipasi dari masyarakat sekitar,” jelasnya.
Keterlibatan warga bukan sekadar bantuan teknis. Ada rasa kepedulian, mereka ingin menjadi bagian dari upaya mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.
“Kami mengapresiasi kepedulian dan partisipasi masyarakat setempat yang turut membantu proses evakuasi. Dukungan warga sangat membantu tim gabungan, terutama dalam proses pengangkatan mesin dari lokasi yang cukup sulit dijangkau,” tambah AKP Triyono.
Setelah berhasil dikeluarkan dari titik jatuh, mesin tersebut langsung diangkut menggunakan kendaraan roda empat menuju kantor KNKT. Di mana potongan penting dari misteri kecelakaan ini akan diperiksa lebih jauh.
Selama tiga hari, tim investigasi tak hanya mengangkat benda, tetapi juga mengumpulkan jejak. Dokumentasi dilakukan, data dikumpulkan, dokumen penerbangan diamankan, hingga komponen penting lainnya dievakuasi.
“Selama rangkaian olah TKP dan investigasi berlangsung sejak hari pertama, tim gabungan telah melakukan dokumentasi, pengumpulan data, pengamanan dokumen penerbangan, pengambilan komponen penting helikopter, hingga evakuasi mesin sebagai bagian penting dalam proses investigasi lanjutan,” pungkas AKP Triyono. (*)
Editor : Miftahul Khair