PONTIANAK POST - Aktivitas sekelompok remaja yang kerap berkumpul di bahu jalan poros Nanga Mahap–Nanga Taman, tepatnya di Desa Nanga Suri, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat mendapat perhatian aparat kepolisian. Warga mengeluhkan keberadaan para remaja laki-laki dan perempuan beserta sepeda motor mereka yang dinilai mengganggu keselamatan pengguna jalan.
Menindaklanjuti laporan tersebut, personel Polsek Nanga Mahap mendatangi lokasi pada Kamis (21/5/2026) sekitar pukul 16.50 WIB untuk melakukan pembinaan secara langsung.
Warga Khawatir Ganggu Keselamatan Pengguna Jalan
Kapolsek Nanga Mahap Andre mengatakan pihaknya bergerak cepat setelah menerima keluhan masyarakat terkait aktivitas para remaja tersebut.
“Warga sebelumnya mengeluhkan aktivitas para remaja yang hampir setiap sore berkumpul di kawasan itu bersama sepeda motor mereka. Selain jumlahnya cukup ramai, kendaraan yang diparkir terlalu dekat dengan jalur utama jalan dinilai membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya, Jumat (22/5).
Menurut dia, jalur poros Nanga Mahap–Nanga Taman merupakan akses utama masyarakat yang cukup ramai dilalui kendaraan, terutama pada sore hari.
Kondisi itu dinilai berpotensi mengganggu arus lalu lintas hingga memicu kecelakaan maupun aksi balap liar.
Pembinaan Dilakukan Secara Humanis
Dalam kegiatan tersebut, personel kepolisian turut didampingi Kepala Dusun Nanga Suri, Co Sumbara. Petugas kemudian memberikan pembinaan langsung kepada para remaja yang berada di lokasi.
Sebagai bentuk efek jera, beberapa remaja diminta melakukan push up sebelum diberikan arahan terkait pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan berlalu lintas.
“Pembinaan ini dilakukan secara persuasif dan bertujuan memberikan edukasi kepada para remaja agar lebih disiplin serta tidak melakukan aktivitas yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” kata Andre.
Antisipasi Balap Liar dan Kecelakaan
Pihak kepolisian berharap pembinaan tersebut dapat meningkatkan kesadaran para remaja agar tidak menjadikan bahu jalan sebagai tempat berkumpul.
Selain membahayakan keselamatan, aktivitas tersebut juga dikhawatirkan memicu aksi balap liar yang kerap meresahkan masyarakat.
Warga Minta Pengawasan Rutin
Sejumlah warga berharap patroli dan pengawasan rutin terus dilakukan di jalur poros Nanga Mahap–Nanga Taman, terutama pada sore hingga malam hari.
Masyarakat menilai langkah preventif dan pendekatan humanis yang dilakukan polisi penting untuk mencegah potensi gangguan keamanan setempat. (ars)
Editor : Aristono Edi Kiswantoro