PONTIANAK POST - Kebakaran rumah Sekadau terjadi di Dusun Lembah Beringin, Desa Lembah Beringin, Kecamatan Nanga Mahap, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Satu rumah warga mengalami kerusakan berat setelah dilalap api, sementara dua rumah lain di sampingnya sempat terdampak kobaran api.
Peristiwa itu membuat warga sekitar panik dan berhamburan keluar rumah pada tengah malam. Kobaran api yang cepat membesar nyaris merembet lebih luas ke permukiman warga yang berada berdekatan.
Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kapolsek Nanga Mahap, IPDA Andre, mengatakan polisi telah melakukan pengecekan langsung ke lokasi kebakaran pada pagi hari usai kejadian.
“Dari hasil pengecekan di lokasi, rumah yang terbakar diketahui milik Sa’at (60). Api juga sempat merambat ke rumah milik Jamenah (47) dan Radeni (70) yang berada di samping kiri dan kanan rumah korban,” ujar Andre.
Korban Selamat Setelah Terbangun Saat Api Membesar
Andre menjelaskan, rumah milik Sa’at merupakan bangunan bertingkat dengan bagian bawah berbahan beton dan bagian atas berbahan papan. Struktur bagian atas rumah menjadi titik yang paling parah terdampak kebakaran.
Saat kejadian, Sa’at diketahui berada seorang diri di rumah. Sementara istrinya sedang berada di rumah keluarga untuk menjenguk anggota keluarga yang sakit.
Korban terbangun ketika api sudah membesar di dalam rumah. Dalam kondisi panik, Sa’at langsung menyelamatkan diri keluar rumah dan meminta pertolongan warga.
“Korban terbangun setelah melihat api sudah membesar. Korban kemudian keluar rumah dan meminta bantuan warga sekitar,” jelas IPDA Andre.
Warga yang mendengar teriakan korban langsung berdatangan. Mereka bergotong royong memadamkan api menggunakan ember dan peralatan seadanya agar kobaran tidak semakin meluas ke rumah lainnya.
Harta Benda Hangus Terbakar
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material cukup besar. Polisi memperkirakan total kerugian mencapai sekitar Rp150 juta.
Sejumlah barang berharga milik korban ikut hangus terbakar. Di antaranya mesin cuci, kulkas, televisi, lemari kaca, kompor gas, mesin padi kecil, mesin robin, dua unit sepeda motor, uang tunai sekitar Rp5 juta, serta berbagai perabot rumah tangga lainnya.
Kondisi rumah usai kebakaran terlihat dipenuhi puing kayu hangus dan atap yang runtuh. Sejumlah warga masih tampak membantu membersihkan sisa material terbakar pada pagi hari.
Polisi Duga Korsleting Listrik Jadi Penyebab
Polisi menduga kebakaran dipicu korsleting arus listrik. Dugaan tersebut masih berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian.
“Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting arus listrik. Meski demikian, kami tetap mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap instalasi listrik di rumah untuk mencegah kejadian serupa,” imbau Andre.
Warga Diminta Periksa Instalasi Listrik Rumah
Peristiwa kebakaran di Nanga Mahap kembali menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan instalasi listrik rumah, terutama pada bangunan berbahan kayu yang mudah terbakar.
Kondisi permukiman yang berhimpitan membuat risiko api merembet menjadi lebih tinggi saat kebakaran terjadi pada malam hari ketika sebagian besar warga sedang tertidur. **
Editor : Aristono Edi Kiswantoro