Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pria di Sekadau Terlihat Berjalan dalam Kondisi Kelelahan, Tak Lama Ditemukan Meninggal Dunia

Aristono Edi Kiswantoro • Selasa, 16 Juni 2026 | 22:29 WIB
Petugas Satreskrim Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hilir melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah seorang pria di Jalan Botong, Desa Seberang Kapuas, Selasa (16/6/2026). Polisi memastikan tidak menemukan tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.
Petugas Satreskrim Polres Sekadau dan Polsek Sekadau Hilir melakukan olah TKP di lokasi penemuan jenazah seorang pria di Jalan Botong, Desa Seberang Kapuas, Selasa (16/6/2026). Polisi memastikan tidak menemukan tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut.

PONTIANAK POST – Seorang pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di Jalan Botong, Dusun Selabi, Desa Seberang Kapuas, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau. Hasil pemeriksaan awal polisi memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban.

Korban diketahui bernama Abang To (64), warga Desa Seberang Kapuas. Jenazahnya pertama kali ditemukan warga pada Senin (15/6/2026) sekitar pukul 17.30 WIB.

Menerima laporan tersebut, Tim Inafis Satreskrim Polres Sekadau bersama personel Polsek Sekadau Hilir langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan pemeriksaan awal.

Kapolres Sekadau AKBP Andhika Wiratama melalui Kasat Reskrim IPTU Zainal Abidin mengatakan hasil pemeriksaan di lokasi tidak menemukan adanya tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Dari hasil olah TKP dan pemeriksaan awal yang dilakukan, petugas tidak menemukan tanda-tanda kekerasan maupun indikasi tindak pidana pada tubuh korban,” ujar Zainal, Selasa (16/6).

Berangkat ke Pondok Sehari Sebelum Ditemukan

Berdasarkan keterangan keluarga, korban meninggalkan rumah pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 07.00 WIB menuju pondok miliknya di kawasan Mungguk Botong.

Pondok tersebut biasa digunakan korban untuk beristirahat atau bermalam saat mengurus kebun.

Sementara itu, Kepala Dusun Selabi, Yohanes, mengungkapkan korban sempat terlihat berjalan turun dari arah Mungguk Botong menuju Dusun Selabi pada Senin siang sekitar pukul 13.00 WIB.

Saat itu, kondisi korban disebut tampak kelelahan.

“Korban sempat terlihat berjalan dari arah kebun menuju kampung. Kondisinya terlihat lelah,” ungkap Yohanes kepada petugas.

Beberapa jam kemudian, warga menemukan korban dalam kondisi tidak bernyawa dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada perangkat desa serta pihak kepolisian.

Polisi Temukan Luka Lecet akibat Faktor Lingkungan

Dalam pemeriksaan di lokasi kejadian, Tim Inafis menemukan luka lecet pada bagian kaki dan tangan kanan korban.

Namun, luka tersebut diduga bukan akibat kekerasan, melainkan gesekan dengan ilalang dan kondisi lingkungan sekitar lokasi penemuan.

Petugas juga mendapati semut api mengerumuni tubuh korban saat proses evakuasi dilakukan.

“Hasil pemeriksaan tidak menemukan adanya tanda kekerasan. Luka yang ditemukan diduga dipengaruhi kondisi lingkungan di sekitar lokasi,” jelas Zainal.

Keluarga Terima Sebagai Musibah

Setelah proses olah TKP selesai, jenazah korban dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke rumah duka di Desa Seberang Kapuas.

Pihak keluarga menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan tidak mengajukan permintaan autopsi maupun pemeriksaan lanjutan.

Polisi pun menyatakan tidak menemukan unsur pidana dalam peristiwa tersebut.

“Jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Berdasarkan hasil pemeriksaan dan olah TKP yang dilakukan, tidak ditemukan indikasi tindak pidana terkait peristiwa tersebut,” pungkas Zainal.

Polisi Imbau Warga Segera Melapor

Polres Sekadau mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada aparat desa atau kepolisian apabila menemukan warga yang memerlukan pertolongan di wilayah perkebunan maupun kawasan terpencil.

Langkah cepat pelaporan dinilai penting untuk mempercepat penanganan serta mencegah risiko yang lebih besar, terutama bagi warga lanjut usia yang beraktivitas seorang diri di kebun atau hutan. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#penemuan mayat Sekadau #Tim Inafis #Abang To #sekadau hilir #polres sekadau