Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Identitas Prajurit TNI Gugur di Lebanon Terungkap, Praka Farizal Rhomadhon Asal Kulon Progo

Miftahul Khair • Senin, 30 Maret 2026 | 14:53 WIB

Praka Farizal Rhomadhon (FR), Anggota TNI yang diduga gugur di Lebanon, bersama keluarganya.
Praka Farizal Rhomadhon (FR), Anggota TNI yang diduga gugur di Lebanon, bersama keluarganya.

PONTIANAK POST — Kementerian Pertahanan Republik Indonesia (Kemhan RI) mengonfirmasi gugurnya seorang prajurit TNI dalam serangan artileri Israel saat menjalankan misi perdamaian di Lebanon Selatan. Prajurit tersebut tergabung dalam Satgas Yonmek TNI Konga XXIII-S UNIFIL.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, prajurit yang gugur diketahui bernama Praka Farizal Rhomadhon (FR). Ia merupakan anggota dari Yonif 113/JS Brigif 25/Siwah Kodam Iskandar Muda.

Praka FR lahir di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 3 Januari 1998. Ia meninggalkan seorang istri dan satu anak perempuan berusia dua tahun yang saat ini tinggal di rumah dinas di Bireuen, Aceh.

Semasa bertugas, Praka FR dikenal sebagai prajurit berprestasi. Ia tercatat menerima dua tanda jasa, yakni Satyalancana Dharma Nusa dan Satyalancana Kesetiaan VIII Tahun.

Baca Juga: Satu Prajurit TNI Gugur dalam Serangan Israel di Lebanon, Pemerintah RI Desak Investigasi

Praka FR gugur pada Minggu, 29 Maret 2026 sekitar pukul 20.44 waktu setempat, atau Senin (30/3/2026) pukul 01.40 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Indobatt UNP 7-1, Desa Achid Al Qusayr, Lebanon Selatan. Ia diduga menjadi korban serangan artileri yang dilancarkan Israel Defence Forces (IDF).

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri RI juga telah mengonfirmasi gugurnya satu prajurit TNI yang tengah menjalankan tugas dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Peristiwa ini terjadi di tengah meningkatnya eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.

Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa insiden terjadi saat pasukan Indonesia menjalankan tugas di wilayah rawan konflik.

“Pemerintah Republik Indonesia menyampaikan duka cita yang mendalam atas gugurnya satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr," ucap Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis, Senin (30/3).

Insiden ini terjadi di tengah meningkatnya intensitas bentrokan antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan, yang memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan.

Baca Juga: AS Siapkan Opsi Invasi Darat ke Iran, Risiko Konflik Besar dan Perang Berkepanjangan Meningkat

Pemerintah Indonesia menyampaikan kecaman keras atas serangan tersebut serta mendesak dilakukannya investigasi secara menyeluruh dan transparan.

“Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan," pungkasnya. (*)

Editor : Miftahul Khair
#kulon progo #serangan israel #unifil #kementerian pertahanan #identitas #prajurit tni gugur di lebanon