PONTIANAK POST - Julián Álvarez memberi Barcelona gambaran nyata tentang apa yang mereka lewatkan saat Atlético Madrid menutup puasa kemenangan 20 tahun di Camp Nou, Rabu (8/4/2026).
Álvarez membuka skor menit ke-45 lewat tendangan bebas indah setelah Pau Cubarsí diusir wasit karena menjegal Giuliano Simeone di luar kotak penalti.
Alexander Sorloth menambah gol kedua pada menit ke-70, membawa Atlético unggul 2-0 menjelang leg kedua di Metropolitano.
“Julián sedang dalam performa luar biasa,” kata Antoine Griezmann, rekan Álvarez di Atlético, seperti dilaporkan ESPN.
“Dia punya sesuatu yang ekstra—dan saya berharap dia bisa membawa kami sampai final.”
Hasil ini sekaligus menghentikan puasa kemenangan Atlético di Camp Nou sejak 2006 dan menjadi tim tamu pertama yang menang di stadion setelah renovasi sejak November 2025.
Barcelona kini menghadapi tekanan besar menjelang pertemuan ketiga dalam 11 hari melawan Atlético.
Baca Juga: Bek Como Jadi Rebutan London! Arsenal Siap Bayar Mahal Jacobo Ramon Demi Saliba Punya Tandem Baru
Gol Álvarez bukan sekadar angka, tapi simbol dari energi yang kerap hilang di lini depan Barcelona.
Tanpa Raphinha, Marcus Rashford dan Robert Lewandowski gagal memberi dinamika yang sama.
Di menit ke-5, Álvarez sudah memberi peringatan lewat penetrasi dari sayap kiri yang memaksa kiper Joan García melakukan penyelamatan.
“Dengan satu pemain kurang, kami sudah berjuang habis-habisan, tapi hari ini keberuntungan tidak berpihak pada kami,” ujar pelatih Barcelona Hansi Flick.
“Masih ada peluang, semifinal mungkin jauh, tapi kami akan berusaha.”
Barcelona dikabarkan membidik striker baru musim panas ini.
Harga Álvarez diperkirakan lebih dari €100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun, tapi penampilan Rabu malam memperlihatkan mengapa Blaugrana mengincarnya.
Keputusan VAR yang mengubah kartu kuning Cubarsí menjadi merah menimbulkan kontroversi.
Banyak penggemar menilai sentuhan bek muda itu ringan dan tidak pantas dihukum keras.
Lewat momen ini, Álvarez segera memanfaatkan situasi, menembakkan bola ke sudut atas gawang.
Barcelona tetap menguasai permainan dengan 18 tembakan berbanding lima, tetapi ketidakberuntungan dan pertahanan ketat Atlético membuat mereka tak mampu membalas.
“Saya tidak tahu bagaimana keputusan itu dibuat, bagi saya itu jelas kartu merah dan penalti,” tambah Flick, menanggapi insiden handball di menit-menit akhir.(*)
Editor : Budi Miank