PONTIANAK POST - Barcelona berada dalam tekanan setelah takluk 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final UEFA Champions League, Kamis (9/4/2026) waktu setempat.
Kekalahan tersebut tak lepas dari momen krusial kartu merah yang diterima bek muda Pau Cubarsi di penghujung babak pertama.
Ia diusir wasit setelah dianggap menggagalkan peluang emas lawan.
Insiden itu membuat Barcelona harus bermain dengan 10 orang sepanjang babak kedua.
Meski sempat memberikan perlawanan, Blaugrana gagal membendung tekanan hingga akhirnya kebobolan dua gol.
Usai pertandingan, Cubarsi menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada suporter melalui media sosial.
Ia mengakui kesalahannya menjadi titik balik dalam pertandingan tersebut.
Baca Juga: Julián Álvarez Hancurkan Barcelona, Camp Nou Akhirnya Diserbu Atlético Setelah 20 Tahun!
“Satu aksi menentukan pertandingan dan hasil akhir. Itulah sepak bola, dan saya bertanggung jawab atas hasil ini,” tulis Cubarsi di akun media sosialnya @paucubarsi.
Meski begitu, pemain muda tersebut tetap mencoba menularkan optimisme kepada tim dan para pendukung.
Ia menegaskan Barcelona belum menyerah untuk membalikkan keadaan di leg kedua.
“Masih ada jalan panjang dalam duel dua leg ini. Kami lebih bersatu dari sebelumnya, kami adalah keluarga dan selalu menunjukkannya,” lanjutnya.
“Ke depan, dengan kerja keras dan tekad, kami tidak akan pernah menyerah.”
Akibat kartu merah tersebut, Cubarsi dipastikan absen pada leg kedua yang akan digelar di markas Atletico, Stadion Riyadh Air Metropolitano, pekan depan.
Barcelona kini menghadapi tugas berat untuk mengejar defisit dua gol jika ingin mengamankan tiket ke semifinal Liga Champions musim ini.(*)
Editor : Budi Miank