PONTIANAK POST - Persaingan UEFA Champions League musim 2025/2026 semakin panas usai leg pertama perempat final menghadirkan sejumlah kejutan.
Di tengah hasil dramatis tersebut, superkomputer milik Opta merilis prediksi terbaru soal kandidat juara.
Hasilnya cukup mengejutkan. Arsenal justru menjadi favorit utama dengan peluang juara mencapai 36,32 persen.
Tim asuhan Mikel Arteta dinilai tampil konsisten meski hanya menang tipis 1-0 atas Sporting CP di leg pertama.
Di bawah Arsenal, Bayern Munich menempel dengan peluang 28,90 persen.
Kemenangan 2-1 atas Real Madrid membuat tim asuhan Vincent Kompany berada di posisi kuat untuk melaju lebih jauh.
Juara bertahan Paris Saint-Germain memang tampil meyakinkan setelah menumbangkan Liverpool 2-0.
Namun, peluang mereka mempertahankan gelar hanya berada di angka 16,01 persen.
Sementara itu, Atletico Madrid yang menang 2-0 atas FC Barcelona punya peluang 9,27 persen untuk menjadi juara, meski difavoritkan lolos ke semifinal.
Barcelona sendiri mengalami penurunan drastis dengan peluang hanya 3,57 persen setelah kekalahan tersebut.
Kondisi lebih berat dialami Real Madrid yang hanya memiliki 2,64 persen peluang juara usai tumbang di kandang.
Nasib serupa juga dialami Liverpool. Kekalahan dari PSG membuat peluang mereka merosot tajam menjadi 2,09 persen.
Pelatih Arne Slot bahkan mengakui timnya beruntung tidak kebobolan lebih banyak pada leg pertama.
“Kami berada dalam mode bertahan hampir sepanjang pertandingan. PSG tim yang lebih baik dan bisa mencetak lebih banyak gol,” ujar Slot dikutip dari Sports Illustrated.
Ia tetap membuka peluang kebangkitan di leg kedua. “Kami tidak menyerah. Kami masih punya kesempatan dan butuh dukungan penuh dari Anfield,” tambahnya.
Di posisi terbawah, Sporting CP menjadi tim dengan peluang paling kecil, hanya 1,20 persen untuk menjadi juara.
Data superkomputer ini juga memperkirakan peluang lolos ke semifinal, dengan Atletico (79,98 persen), PSG (84,66 persen), Arsenal (91,64 persen), dan Bayern Munich (86,92 persen) menjadi tim yang paling difavoritkan melangkah ke empat besar.
Meski demikian, hasil leg kedua pekan depan tetap akan menjadi penentu akhir, mengingat sejarah Liga Champions kerap menghadirkan comeback dramatis di luar prediksi statistik.(*)
Editor : Budi Miank