Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Saat Liverpool Hancur di Liga Champions, Mamardashvili Muncul Jadi Tembok Terakhir yang Bikin PSG Frustrasi

Budi Miank • Kamis, 9 April 2026 | 18:01 WIB
Giorgi Mamardashvili tampil apik saat Liverpool keok dari PSG di Liga Champions.(INSTAGRAM/@gmamardashvili25)
Giorgi Mamardashvili tampil apik saat Liverpool keok dari PSG di Liga Champions.(INSTAGRAM/@gmamardashvili25)

PONTIANAK POST - Kekalahan 0-2 Liverpool dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final UEFA Champions League di Paris menyisakan satu sorotan berbeda.

Di tengah dominasi PSG, sosok Giorgi Mamardashvili justru tampil menonjol dan menjadi pemain terbaik atau man of the match bagi Liverpool.

Sepanjang pertandingan, kiper asal Georgia itu dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lini serang PSG. 

Ia menunjukkan refleks cepat, posisi yang disiplin, serta ketenangan dalam mengantisipasi peluang lawan.

Baca Juga: Superkomputer Bongkar Juara Liga Champions, Arsenal Teratas, Real Madrid dan Liverpool Terancam Tersingkir

Gol pertama PSG disebut sebagai situasi yang sulit diantisipasi. 

Bola melengkung yang mengarah ke gawang berada di luar jangkauan meski Mamardashvili sudah melakukan penyelamatan maksimal. 

Sementara gol kedua terjadi saat lini pertahanan Liverpool terbuka lebar, membuatnya tak memiliki banyak pilihan.

Baca Juga: Agen Xabi Alonso Tertangkap Nonton Laga Liverpool Kontra PSG di Liga Champions, Sinyal Arne Slot Lengser Akhir Musim Ini

Namun di luar dua momen tersebut, penampilan Mamardashvili dinilai krusial dalam menjaga Liverpool tetap memiliki peluang.

“Tanpa penyelamatan pentingnya, skor bisa jauh lebih besar dan pertandingan praktis sudah selesai,” kata analisis pertandingan, Steven Smith dikutip dari Anfield Index.

Penampilan ini juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan posisi penjaga gawang Liverpool, yang selama ini identik dengan Alisson Becker.

Meski belum bisa dibandingkan secara langsung, Mamardashvili dinilai menunjukkan karakter penting sebagai kiper modern, tenang di bawah tekanan, tangguh dalam situasi sulit, serta mampu menjadi titik stabil di tengah permainan tim yang tidak konsisten.

“Ini bukan soal perbandingan, tetapi konfirmasi bahwa dia punya kapasitas untuk berkembang,”kata Steven Smith.

Liverpool sendiri masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Anfield. 

Baca Juga: Blunder Fatal Cubarsi Bikin Barcelona Kalah 0-2 di Liga Champions, Bek Muda Ini Langsung Minta Maaf ke Fans Blaugrana

Meski tertinggal dua gol, performa Mamardashvili setidaknya memberi harapan bahwa kebangkitan masih mungkin terjadi.

Penampilan gemilang di laga sulit seperti ini dinilai menjadi indikator penting bagi perkembangan karier sang kiper, sekaligus sinyal awal potensi masa depan di bawah mistar Liverpool.(*)

Editor : Budi Miank
#Giorgi Mamardashvili #man of match #psg #uefa champions league #liverpool