PONTIANAK POST - Kekalahan 0-2 Liverpool dari Paris Saint-Germain pada leg pertama perempat final UEFA Champions League di Paris menyisakan satu sorotan berbeda.
Di tengah dominasi PSG, sosok Giorgi Mamardashvili justru tampil menonjol dan menjadi pemain terbaik atau man of the match bagi Liverpool.
Sepanjang pertandingan, kiper asal Georgia itu dipaksa bekerja ekstra keras menghadapi tekanan bertubi-tubi dari lini serang PSG.
Ia menunjukkan refleks cepat, posisi yang disiplin, serta ketenangan dalam mengantisipasi peluang lawan.
Gol pertama PSG disebut sebagai situasi yang sulit diantisipasi.
Bola melengkung yang mengarah ke gawang berada di luar jangkauan meski Mamardashvili sudah melakukan penyelamatan maksimal.
Sementara gol kedua terjadi saat lini pertahanan Liverpool terbuka lebar, membuatnya tak memiliki banyak pilihan.
Namun di luar dua momen tersebut, penampilan Mamardashvili dinilai krusial dalam menjaga Liverpool tetap memiliki peluang.
“Tanpa penyelamatan pentingnya, skor bisa jauh lebih besar dan pertandingan praktis sudah selesai,” kata analisis pertandingan, Steven Smith dikutip dari Anfield Index.
Penampilan ini juga memunculkan spekulasi mengenai masa depan posisi penjaga gawang Liverpool, yang selama ini identik dengan Alisson Becker.
Meski belum bisa dibandingkan secara langsung, Mamardashvili dinilai menunjukkan karakter penting sebagai kiper modern, tenang di bawah tekanan, tangguh dalam situasi sulit, serta mampu menjadi titik stabil di tengah permainan tim yang tidak konsisten.
“Ini bukan soal perbandingan, tetapi konfirmasi bahwa dia punya kapasitas untuk berkembang,”kata Steven Smith.
Liverpool sendiri masih memiliki peluang membalikkan keadaan pada leg kedua di Anfield.
Meski tertinggal dua gol, performa Mamardashvili setidaknya memberi harapan bahwa kebangkitan masih mungkin terjadi.
Penampilan gemilang di laga sulit seperti ini dinilai menjadi indikator penting bagi perkembangan karier sang kiper, sekaligus sinyal awal potensi masa depan di bawah mistar Liverpool.(*)
Editor : Budi Miank