PONTIANAK POST - Kapten Manchester United, Bruno Fernandes, akhirnya blak-blakan mengenai tuntutan yang ia ajukan kepada manajemen klub di tengah kencangnya rumor transfer dirinya.
Pemain asal Portugal itu menegaskan bahwa ia tidak butuh janji manis berupa trofi, melainkan kepastian bahwa klub akan tetap kompetitif di level tertinggi.
Melansir laporan The Mirror, Fernandes yang sempat hampir hengkang ke Arab Saudi musim lalu mengaku telah berbicara serius dengan pihak klub.
Baca Juga: Prediksi Manchester United Vs Leeds United: Harry Maguire Absen, Lisandro Martinez Kembali
"Apa yang selalu saya katakan kepada klub adalah: 'Anda tidak bisa menjanjikan saya akan memenangi Premier League'," katanya.
"Itu mustahil. Tapi jika Anda berjanji kita akan kompetitif dan berada di sana (persaingan juara) hingga akhir, itu saja yang saya butuhkan."
Di bawah asuhan pelatih interim Michael Carrick, Setan Merah menunjukkan tren positif dengan memenangi tujuh dari sepuluh laga terakhir.
United saat ini tengah berjuang mengamankan tiket Liga Champions musim depan dengan tujuh laga tersisa.
Bagi Fernandes, yang paling penting adalah semangat juang tim untuk selalu berada di jalur perebutan gelar meskipun akhirnya harus gagal di final.
Baca Juga: Jelang Chelsea vs Manchester City: Pep Tidak Mau Lagi Kehilangan Poin
Di sisi lain, kabar mengejutkan datang dari gelandang senior Casemiro.
Pemain berusia 34 tahun tersebut memberikan restu dan pujian kepada mantan rekan setimnya, Jesse Lingard, yang baru saja menandatangani kontrak satu tahun dengan klub Brasil, Corinthians.
Casemiro yang pernah memulai karier di liga domestik Brasil menyambut baik kehadiran pemain level Eropa di sana.
"Tentu saja, pemain di level ini, terutama yang pernah bermain di salah satu klub terbesar Eropa seperti Manchester United, sangat diterima di liga (Brasil). Saya mendoakan yang terbaik untuknya," ujar Casemiro dalam sesi tanya jawab penggemar.
Ucapan ini kian memperkuat spekulasi bahwa Casemiro sendiri akan meninggalkan Old Trafford pada akhir musim 2026 setelah empat tahun mengabdi di Manchester. (*)
Editor : Budi Miank