PONTIANAK POST - Arsenal berpotensi melakukan perubahan besar di lini tengah saat menjamu Sporting CP pada leg kedua perempat final Liga Champions UEFA, Rabu malam waktu setempat.
Laporan Ed Davison menyebut gelandang kunci Declan Rice tidak hadir dalam sesi latihan terbuka karena masalah kebugaran.
Manajer Mikel Arteta dikabarkan harus menyiapkan skenario darurat mengingat waktu pemulihan yang singkat sebelum laga penentuan di Emirates Stadium.
Baca Juga: Prediksi Liga Champions: Arsenal Bakal Melenggang, Madrid Bisa Ambyar di Kandang Bayern Munich
Arsenal sebelumnya menang tipis 1-0 pada leg pertama, namun performa lini tengah kini menjadi sorotan utama jelang laga krusial tersebut.
Dalam situasi tersebut, Arteta disebut bisa melepas Christian Norgaard sebagai solusi lini tengah dengan nilai transfer sekitar £15 juta (sekitar Rp300 miliar).
Gelandang asal Denmark itu dinilai sebagai kandidat kuat untuk mengisi posisi gelandang bertahan jika Rice benar-benar tidak fit.
Norgaard dikenal sebagai pemimpin saat membela Brentford dan memiliki akurasi umpan mencapai 89 persen di Liga Champions musim ini.
Ia juga mencatat hampir 70 persen duel darat berhasil dimenangkan serta rata-rata dua recovery per pertandingan, menjadikannya opsi stabil di tengah tekanan besar.
Sementara itu, Martin Zubimendi juga disebut bisa dimainkan lebih ke tengah.
Namun performa buruknya saat kekalahan dari Bournemouth, hanya menang 38 persen duel dan kehilangan bola 12 kali, membuat Arteta harus berhati-hati dalam menentukan komposisi starter.
Keputusan akhir Arteta akan sangat menentukan langkah Arsenal menuju semifinal Liga Champions.
Dengan agregat tipis dan tekanan besar di kandang sendiri, pilihan di lini tengah menjadi faktor kunci yang bisa mengubah arah pertandingan.
Ed Davison menegaskan bahwa Arsenal membutuhkan keseimbangan antara pengalaman dan stabilitas untuk memastikan tiket empat besar Eropa tetap di tangan mereka.(*)
Editor : Budi Miank