PONTIANAK POST - Bayern Munich memastikan gelar Bundesliga ke-35 usai menundukkan VfB Stuttgart 4-2 di Allianz Arena, Minggu waktu setempat.
Kemenangan ini sekaligus menegaskan dominasi Die Roten yang meraih 13 titel dalam 14 musim terakhir, setelah pesaing terdekat Borussia Dortmund tumbang sehari sebelumnya.
Meski hanya butuh hasil imbang, skuad asuhan Vincent Kompany tetap tampil agresif dan bangkit dari ketertinggalan.
Baca Juga: Kalah dari City, Arteta tetap Percaya Diri Arsenal Rebut Juara Liga Inggris
Hasil ini menjaga peluang Bayern meraih treble musim ini, dengan semifinal melawan Bayer Leverkusen di DFB-Pokal dan Paris Saint-Germain di Liga Champions yang sudah menanti.
Dominasi Bayern tak hanya terlihat dari trofi. Mereka telah mencetak 109 gol musim ini, melampaui rekor klasik Bundesliga, dengan lini depan yang dipimpin Harry Kane tampil menggila.
“Saya bisa mencetak 100 gol, tapi tanpa trofi besar, itu tak cukup untuk Ballon d’Or,” ujar Kane menegaskan ambisinya dikutip dari BBC Sport.
Performa Bayern musim ini kerap disebut sebagai salah satu yang terbaik dalam sejarah Bundesliga.
Baca Juga: Real Madrid Mau Mourinho Balik ke Bernabeu, Fans Siap Sambut The Special One Lagi
Sejak membantai RB Leipzig 6-0 di awal musim, mereka terus melaju dengan konsistensi tinggi.
Trio Kane, Michael Olise, dan Luis Diaz menjadi mesin gol utama dengan kontribusi 59 gol.
Tak hanya tajam di depan, Bayern juga solid di belakang dengan hanya kebobolan 29 gol.
Jika menyapu bersih sisa laga, mereka berpeluang menyamai rekor 91 poin yang pernah dicatat Bayern era Jupp Heynckes saat meraih treble 2013.
Kane sendiri tampil luar biasa dengan 50 gol di semua kompetisi musim ini.
Ia juga bersinar di Liga Champions, termasuk mencetak gol melawan Real Madrid di perempat final.
Baca Juga: Harry Kane Pecahkan Rekor Liga Champions Saat Bayern Singkirkan Madrid, Drama 7 Gol Bikin Deg-degan
Catatan itu membuatnya sejajar dengan Frank Lampard sebagai pemain Inggris tersubur di fase gugur kompetisi tersebut.
Kini, Bayern memburu sejarah baru: treble ketiga setelah 2013 dan 2020.
“Kami sudah benar-benar memahami filosofi pelatih. Tim ini lebih baik dari musim lalu,” kata Kane.(*)
Editor : Budi Miank