PONTIANAK POST - Claudia Scheunemann saat ini tercatat sebagai satu-satunya pesepak bola putri Indonesia yang berkarier di Eropa.
Ia memperkuat FC Utrecht Vrouwen sejak tahun lalu dengan kontrak berdurasi tiga musim.
Sebelum berlabuh di Belanda, pemain berposisi striker itu sempat bermain bersama Hamburger SV pada kompetisi Frauen-Bundesliga musim 2024–2025.
Keputusan merantau ke Eropa menjadi langkah berani di tengah minimnya kompetisi sepak bola putri di Indonesia.
Langkah Claudia dinilai sejalan dengan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam memperjuangkan kesetaraan perempuan.
Di tengah vakumnya liga putri nasional sejak Liga 1 Putri terakhir digelar pada 2019, kiprah Claudia menjadi simbol harapan baru.
Claudia, yang genap berusia 17 tahun pada 24 April, mengaku ingin membuka jalan bagi pemain lain.
Baca Juga: Fadly Alberto Menyesal dan Minta Maaf Atas Tendangan Kungfunya yang Mencoreng Timnas Indonesia
Ia mendorong pesepak bola putri Indonesia untuk berani mencoba tantangan baru.
“Syaratnya, harus berani keluar dari zona nyaman. Mencoba sesuatu yang baru pasti sulit, tetapi harus dicoba,” ujar Claudia dikutip dari Jawa Pos.
Menurutnya, talenta sepak bola putri Indonesia sangat potensial dan hanya membutuhkan kesempatan serta keberanian untuk berkembang di level internasional.
“Kalau laki-laki bisa, perempuan juga bisa dan tidak kalah jago,” tambahnya.
Penggemar Lionel Messi, Neymar Jr, dan Alex Morgan ini memiliki ambisi besar dalam kariernya.
Ia menargetkan bisa tampil di Piala Dunia Wanita dan membawa Timnas Putri Indonesia ke ajang tersebut.
Selain itu, Claudia juga bermimpi merasakan atmosfer kompetisi elit Eropa, yakni Liga Champions Wanita UEFA.
Ambisi tersebut menjadi motivasi utamanya untuk terus berkembang di Benua Biru.
Langkah Claudia Scheunemann bukan sekadar perjalanan karier, tetapi juga simbol perubahan dan inspirasi bagi masa depan sepak bola putri Indonesia.(*)
Editor : Budi Miank