PONTIANAK POST - FIFA tidak berencana mengganti Iran dengan Italia di Piala Dunia musim panas ini meski usulan itu sempat diajukan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Paolo Zampolli.
Dikutip dari BBC, Presiden FIFA Gianni Infantino menegaskan Iran tetap akan tampil karena sudah lolos kualifikasi dan berhak mewakili negaranya di turnamen tersebut.
Usulan Zampolli memicu polemik karena muncul di tengah ketegangan geopolitik yang masih membayangi partisipasi Iran.
“Saya menyarankan Italia menggantikan Iran,” kata Zampolli kepada Financial Times, namun FIFA tidak menunjukkan sinyal mempertimbangkan opsi itu.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Utusan AS Usul Italia Gantikan Posisi Iran
Infantino justru menegaskan, “Tim Iran pasti akan datang,” seraya menyebut olahraga seharusnya berada di luar politik.
Respons keras datang dari Kedutaan Besar Iran yang menyebut gagasan itu sebagai bentuk “kebangkrutan moral” dan menilai sepak bola tak boleh ditentukan hak istimewa politik.
Italia Menolak Usulan
Di Italia, usulan itu juga ditolak, bahkan oleh pejabat negara dan tokoh olahraga mereka sendiri.
Menteri Perekonomian Italia Giancarlo Giorgetti menyebut ide tersebut memalukan, sementara Menteri Olahraga Andrea Abodi menegaskan tiket Piala Dunia diraih di lapangan, bukan lewat manuver politik.
Baca Juga: Barcelona Mundur, Rashford Terancam Kembali Tanpa Tempat di Manchester United
Presiden Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio juga menolak keras dengan menegaskan kelolosan harus diperjuangkan, bukan diberikan.
Iran dijadwalkan menghadapi Selandia Baru, Belgia, dan Mesir pada fase grup di Amerika Serikat sesuai jadwal yang telah ditetapkan FIFA.
Berdasarkan regulasi, FIFA memang memiliki kewenangan mengganti peserta yang mundur atau dikeluarkan, namun sejauh ini tidak ada indikasi Iran kehilangan tempatnya.
Sikap FIFA itu menutup peluang Italia, juara dunia empat kali yang gagal lolos untuk ketiga edisi beruntun, masuk lewat jalur nonkompetitif. (zan)
Editor : Efprizan