PONTIANAK POST - Pelatih interim Chelsea Calum McFarlane membidik kebangkitan tim dimulai saat menghadapi Leeds United di semifinal Piala FA di Wembley, Minggu malam (26/4) pukul 21.00 WIB, setelah rentetan hasil buruk yang menekan moral skuad.
McFarlane, yang mengambil alih hingga akhir musim menggantikan pelatih Liam Rosenior yang dipecat, menegaskan seluruh elemen klub memikul tanggung jawab untuk mengubah arah musim yang belum sesuai harapan.
“Semua orang di klub harus merasa bertanggung jawab, baik staf maupun pemain,” kata McFarlane, dikutip dari laman resmi klub.
Ia menilai momentum di sepak bola bisa berubah hanya lewat satu hasil positif, dan kemenangan atas Leeds diyakini dapat menjadi titik balik Chelsea.
Selain memburu tiket final Piala FA, laga di Wembley juga dipandang penting sebagai modal psikologis memasuki sisa musim Liga Premier dan persaingan menuju zona Liga Champions.
Menurut dia, para pemain menyadari performa mereka belum cukup baik, namun skuad tetap memiliki kualitas untuk merespons situasi sulit.
“Kami ingin mencoba memenangkan setiap pertandingan mulai sekarang hingga akhir musim,” ujarnya.
McFarlane memilih pendekatan sederhana, yakni fokus satu pertandingan demi satu pertandingan, dimulai dari duel melawan rival lama mereka di Wembley.
Baca Juga: Kemenangan Arsenal Atas Newcastle Makan Tumbal: Eze dan Havertz Cedera
Ia juga menekankan staf pelatih akan memberi seluruh dukungan teknis dan mental agar pemain siap menghadapi tantangan besar melawan Leeds.
Bagi Chelsea, semifinal ini bukan hanya soal peluang trofi, tetapi juga ujian apakah momentum baru benar-benar bisa dimulai dari satu kemenangan penting.
Bidik Final Bersejarah
Sementara itu, Leeds United datang ke semifinal Piala FA dengan modal tujuh laga tanpa kekalahan di semua kompetisi, membuka peluang mengakhiri penantian panjang menuju final.
Rangkaian hasil positif itu turut menjauhkan tim asuhan Daniel Farke dari ancaman degradasi, memberi ruang bagi Leeds mengalihkan fokus penuh ke Wembley.
Baca Juga: Kata Arteta Setelah Kemenangan Arsenal 1-0 Atas Newcastle: Lanjut Fokus ke Atletico Madrid
Dengan keunggulan enam poin atas Tottenham Hotspur dan empat poin dari West Ham United, posisi Leeds dinilai cukup aman untuk memburu prestasi di Piala FA.
Leeds membidik final pertama sejak musim 1972/73, sebuah target yang memberi dimensi emosional tersendiri bagi klub dan suporternya yang lama menunggu momen besar di kompetisi ini.
Dalam perjalanan menuju semifinal, Leeds menyingkirkan Derby County, Birmingham City, Norwich City, dan West Ham United.
Leeds tercatat belum mencetak gol dalam tiga kunjungan terakhir ke stadion nasional itu sejak 1996, dengan gol terakhir di Wembley dicetak Eric Cantona pada Charity Shield 1992.
Baca Juga: Tottenham Menang 1-0 Atas Wolves, De Zerbi Jaga Asa Bertahan di Premier League
Meski statistik itu menjadi catatan, kepercayaan diri Leeds terangkat karena tidak kalah dalam dua pertemuan melawan Chelsea di liga musim ini.
Modal tersebut membuat tim Daniel Farke dipandang bukan sekadar penantang, tetapi lawan yang layak diperhitungkan untuk melaju ke final.
Momentum performa, sejarah yang ingin dipatahkan, dan keyakinan menghadapi Chelsea menjadi bekal Leeds memburu satu langkah besar di Wembley. (*)
Editor : Efprizan