PONTIANAK POST - Masa depan Marcus Rashford di FC Barcelona disebut makin menjauh setelah klub Catalan diperkirakan tidak mengaktifkan opsi pembelian permanen dari Manchester United.
Penyerang Inggris itu sempat menunjukkan awal menjanjikan dengan 10 gol hingga Januari, tetapi performanya menurun tajam setelah hanya menambah dua gol dan gagal maksimal saat menggantikan peran Raphinha yang cedera.
Faktor performa dan beban gaji tinggi membuat Barcelona disebut mengurungkan rencana menebus Rashford senilai 30 juta euro, terlebih klub memprioritaskan perekrutan penyerang tengah dan bek kiri.
Baca Juga: Barcelona Mundur, Rashford Terancam Kembali Tanpa Tempat di Manchester United
Isyarat makin jelas terlihat ketika pelatih Hansi Flick lebih memilih memainkan Fermín López dan Gavi di sisi kiri ketimbang memberi Rashford peran utama.
Situasi itu membuat Rashford hampir pasti kembali ke Old Trafford pada akhir musim, namun peluang bertahan di Manchester United juga disebut kecil karena klub cenderung ingin melepasnya secara permanen.
Dikutip dari sport.es, di tengah ketidakpastian itu, Tottenham Hotspur muncul sebagai tujuan baru, dengan laporan di Inggris menyebut minat klub London Utara terhadap penyerang 28 tahun tersebut cukup serius.
Baca Juga: PSG (5) vs Bayern Munich (4): Kompany Tolak Pertahanan Rapuh, Marquinhos Sebut Pertandingan Gila
Namun transfer itu bergantung pada satu syarat besar, yakni Tottenham harus selamat dari ancaman degradasi setelah menjalani musim yang jauh dari ekspektasi.
Jika bertahan di Liga Primer, manajemen Tottenham disebut siap membangun ulang skuad dengan mendatangkan nama-nama besar, termasuk bek Marcos Senesi yang merupakan bek tengah andalan asal Argentina yang saat ini bermain untuk klub Liga Inggris AFC Bournemouth. dan berpotensi Rashford.
Di tengah penurunan performa klub dan ketidakpastian karier, Rashford menghadapi momen penting untuk menghidupkan kembali jalurnya menjelang FIFA World Cup 2026 bersama Inggris.
Baca Juga: PSG Menang Dramatis Atas Bayern, Semifinal Liga Champions Membara
Bagi Rashford, bursa musim panas dapat menjadi titik balik, bukan sekadar soal pindah klub, melainkan soal menyelamatkan arah karier di level tertinggi. (*)
Editor : Efprizan