PONTIANAK POST - Arsenal bermain imbang 1-1 melawan Atletico Madrid pada leg pertama semifinal Liga Champions di Stadion Metropolitano, Kamis (30/4) dini hari WIB, setelah keputusan penalti di menit akhir dibatalkan VAR.
Pertandingan berjalan sengit dengan dua gol tercipta dari titik putih, masing-masing melalui Viktor Gyokeres untuk Arsenal dan Julian Alvarez untuk Atletico Madrid.
Arsenal lebih dulu unggul setelah Gyokeres dijatuhkan David Hancko di kotak penalti dan sukses mengeksekusi tendangan pada babak pertama.
Atletico menyamakan kedudukan lewat penalti Alvarez setelah Ben White dinilai melakukan handball usai tinjauan VAR.
Arsenal sempat mendapat peluang emas pada menit ke-78 ketika Eberechi Eze dijatuhkan Hancko di kotak penalti, namun wasit Danny Makkelie membatalkan keputusannya setelah melihat ulang tayangan VAR.
Arteta Kecewa
Pelatih Arsenal, Mikel Arteta, meluapkan kekecewaannya dan menyebut keputusan tersebut tidak dapat diterima karena dinilai mengubah jalannya pertandingan.
“Setelah melihat ulang, saya sangat kecewa dan marah karena keputusan itu melawan aturan dan memengaruhi hasil,” ujar Arteta saat konfrensi pers usai pertandingan, dikutip dari Sky Sports.
"Ada penjelasan yang sangat jelas: keputusan itu, dan kemudian apa yang terjadi selama periode waktu ketika wasit harus menontonnya 13 kali. Saya pikir itu tidak mungkin dan kami semua sangat marah karenanya," keluhnya.
Baca Juga: Transfer Senesi ke Tottenham Terancam Jika Spurs Terdegradasi
Tambahnya lagi, "Kita harus menerapkan aturan. Mereka menerapkan aturan pada penalti Ben. Itu sulit diterima, tetapi itu adalah penalti dengan pelanggaran handball, dan seperti yang mereka katakan di awal musim. Ya, itu penalti yang jelas dan sangat kentara."
Tekanan Atletico meningkat di awal babak kedua, dengan sejumlah peluang dari Antoine Griezmann dan Ademola Lookman yang gagal berbuah gol.
Arsenal mampu bertahan dari gempuran tersebut dan kembali menguasai permainan setelah Alvarez ditarik keluar akibat cedera.
Meski gagal meraih kemenangan, hasil imbang ini tetap memberi peluang bagi Arsenal untuk menentukan nasib pada leg kedua di London.
Baca Juga: Masa Depan Rashford Kabur, Tottenham Muncul Sebagai Opsi Baru
Dinamika VAR
Pelatih Atletico, Diego Simeone, menilai penalti pertama Arsenal seharusnya tidak diberikan, sementara keputusan lainnya dianggap bagian dari dinamika VAR.
"Saya tidak pernah memberikan pendapat saya tentang pernyataan kolega saya," katanya.
"Mengenai penalti pertama mereka, menurut pendapat saya, pemain tersebut merasakan kontak di punggungnya dan dia langsung terjatuh," tambahnya lagi.
Baca Juga: PSG Menang Dramatis Atas Bayern, Semifinal Liga Champions Membara
"Di semifinal Liga Champions, ini seharusnya bukan penalti, tetapi wasit menganggapnya demikian. Yang kedua bukanlah penalti. Terkadang VAR berpihak pada Anda dan terkadang tidak," ujar Simeone.
Hasil ini memperpanjang catatan tak terkalahkan Arsenal menjadi 13 pertandingan di Liga Champions, menyamai rekor terbaik mereka di kompetisi tersebut.
Arsenal kini akan menghadapi Fulham di Liga Inggris sebelum menjamu Atletico Madrid pada leg kedua pekan depan. (*)
Baca Juga: INEOS Cuci Gudang, 13 Pemain Manchester United Terancam Pergi