PONTIANAK POST - Bayern Munchen akan menjamu Paris Saint-Germain di Allianz Arena pada leg kedua semifinal Liga Champions, Kamis (7/5), dengan misi membalikkan defisit 4-5 dari pertemuan pertama.
Pertandingan yang digelar dini hari nanti pukul 02.00 WIB itu diprediksi kembali berlangsung terbuka dengan peluang hujan gol.
Bayern memilih tetap menyerang meski dalam posisi tertinggal, mencerminkan tekanan besar yang harus dihadapi tim di hadapan publik sendiri.
Baca Juga: Saka Antar Arsenal ke Final Liga Champions Setelah 20 Tahun Menanti
Bayern Tampil Menyerang
Gelandang Bayern, Joshua Kimmich, menegaskan timnya tidak akan bermain aman demi mengejar ketertinggalan.
"’Kami tidak akan duduk dan bertahan,’’ kata Joshua Kimmich seperti dilansir dari Abendzeitung Munchen.
”Kami benar-benar membutuhkan gol. Kami harus memburunya (gol) sejak awal,’’ tegas Kimmich.
PSG juga tidak mengubah pendekatan meski unggul agregat, dengan tetap mengandalkan permainan ofensif.
Baca Juga: Arsenal 1-0 Atletico Madrid: Arteta Ukir Sejarah, Simeone Akui Keunggulan Lawan
PSG Haram Bermain Ofensif
Gelandang PSG, Vitinha, menyebut karakter timnya tidak dirancang untuk bertahan demi mempertahankan keunggulan tipis.
”Tim kami tidak didesain untuk puas hanya dengan mencetak satu gol,” tutur Vitinha kepada Le Parisien.
Pendekatan terbuka kedua tim tak lepas dari kekuatan lini serang yang menjadi tumpuan sepanjang musim.
Bayern mengandalkan Harry Kane, Luis Diaz, dan Michael Olise yang menyumbang 25 gol dari total 42 gol tim di Liga Champions.
PSG membalas dengan trisula Ousmane Dembele, Khvicha Kvaratskhelia, dan Desire Doue yang menghasilkan 22 gol dari 43 gol tim.
Pentingnya Kontribusi Kolektif
Pelatih PSG, Luis Enrique, menekankan pentingnya kontribusi kolektif dalam mencetak gol, bukan hanya bergantung pada lini depan.
”Aku lebih suka semua pemainku bisa diandalkan untuk mencetak gol ketimbang hanya mereka yang berada di lini serang,” kata Luis Enrique seperti dilansir dari L’Equipe.
Sementara pelatih Bayern, Vincent Kompany, menilai pengalaman lini depan timnya menjadi modal penting menghadapi tekanan laga besar.
”Apalagi ketiganya ditunjang ketangguhan fisik maupun kemampuan teknis yang sangat baik,” ucap Kompany kepada Bavarian Football Works.
Baca Juga: Permintaan Unik Kompany Jelang Bayern vs PSG: Suporter Sehat Diminta Hadir
Achraf Hakimi Absen
Di sisi lain, PSG menghadapi tantangan dengan absennya Achraf Hakimi karena cedera, yang memaksa perubahan di lini belakang.
Warren Zaire-Emery diproyeksikan mengisi posisi tersebut, meski harus menghadapi tekanan dari sisi sayap Bayern.
”Aku selalu siap ditempatkan di posisi mana pun. Semua pemain (Bayern) berbahaya,” kata Zaire-Emery seperti dikutip dari Paris Fans.
Baca Juga: Update Bursa Transfer: Barcelona Ngotot Rekrut Alvarez, PSG Gaspol Kejar Martinelli dari Arsenal
Situasi ini menempatkan kedua tim pada tekanan berbeda, Bayern dengan tuntutan membalikkan keadaan dan PSG menjaga peluang menuju final. (*)
Editor : Efprizan