Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Krisis Parah Chelsea, Proyek Mandek dan Eropa Kian Menjauh

Efprizan • Rabu, 6 Mei 2026 | 09:36 WIB
Joao Pedro mencetak sebuah gol salto (overhead kick) saat melawan Nottingham Forest di Stamford Bridge. (dok.chelsea)
Joao Pedro mencetak sebuah gol salto (overhead kick) saat melawan Nottingham Forest di Stamford Bridge. (dok.chelsea)

PONTIANAK POST - Chelsea menelan kekalahan keenam beruntun di Premier League usai takluk 1-3 dari Nottingham Forest di Stamford Bridge, senin (4/5), hasil yang memastikan mereka gagal finis di lima besar dan terancam absen dari kompetisi Eropa musim depan.

Kekalahan ini memperpanjang catatan buruk Chelsea yang untuk pertama kalinya sejak 1993 kalah enam kali berturut-turut di liga, sekaligus menjatuhkan posisi mereka ke peringkat kesembilan klasemen.

Situasi ini mempersempit peluang The Blues untuk menembus zona Eropa, dengan jadwal berat menghadapi Liverpool di Anfield menanti pada laga berikutnya.

Baca Juga: Chelsea Tumbang Enam Kali Beruntun, Carragher Sebut Klub Kehilangan Arah

Pakar sepak bola Paul Merson menilai kondisi klub saat ini tidak sehat dan mempertanyakan daya tarik Chelsea bagi pelatih top dunia di tengah ketidakjelasan arah proyek.

“Saya berada di Stamford Bridge, dan ini terasa jauh lebih buruk dibanding saat kalah dari Brighton, performanya mengerikan,” ujar Merson kepada Sky Sports.

Peluang Juara Piala FA Menjauh

Menurutnya, peluang Chelsea menutup musim dengan capaian positif, termasuk menjuarai Piala FA, kini semakin menjauh seiring inkonsistensi performa tim.

Chelsea akan menghadapi Manchester City dalam pertandingan final Piala FA 2025–2026 yang dijadwalkan berlangsung pada hari Sabtu, 16 Mei 2026, di Stadion Wembley.

Baca Juga: Manchester United dan Chelsea Berebut Noah Sadiki, Sunderland Patok Harga Tinggi

Merson juga menyoroti kegagalan strategi jangka panjang klub yang mengikat banyak pemain dengan kontrak enam hingga delapan tahun, sehingga menyulitkan perombakan skuad jika proyek tidak berjalan.

Ia menilai beban kontrak panjang dan potensi kenaikan gaji pemain seperti Moises Caicedo, Reece James, dan Cole Palmer berisiko menjerat klub dalam situasi finansial dan teknis yang sulit.

“Jika pemain tidak tampil sesuai harapan, akan sangat sulit menjual mereka atau merombak tim,” kata Merson, menegaskan bahwa proyek yang tidak berjalan membuat Chelsea terjebak dalam komposisi skuad saat ini untuk beberapa tahun ke depan.

Baca Juga: Duel Raksasa Eropa, AC Milan VS Chelsea di Gelora Bung Karno 8 Agustus 2026

Dampak situasi ini tidak hanya dirasakan di lapangan, tetapi juga menimbulkan ketidakpastian bagi masa depan klub, termasuk siapa pelatih yang bersedia mengambil risiko memimpin tim dalam kondisi seperti sekarang. (*)

Editor : Efprizan
#liga inggris #final piala FA #stamford bridge #chelsea #Premier League