PONTIANAK POST - Paris Saint-Germain memastikan tiket final Liga Champions setelah menahan imbang Bayern Munchen 1-1 pada leg kedua semifinal di Allianz Arena, Kamis dini hari WIB, dan unggul agregat 6-5.
PSG langsung menekan sejak awal laga dan unggul cepat lewat gol Ousmane Dembele pada menit ketiga yang membuat Bayern berada dalam tekanan sepanjang pertandingan.
Bayern baru mampu membalas melalui Harry Kane pada menit akhir, tetapi gol itu tidak cukup menyelamatkan langkah juara Jerman tersebut menuju final.
Baca Juga: PSG Tahan Bayern, Lolos Dramatis dan Tantang Arsenal di Final Liga Champions
Kompany Merasa Dirugikan Wasit
Pelatih Bayern Vincent Kompany menyoroti sejumlah keputusan wasit yang dinilainya merugikan timnya sepanjang dua leg semifinal.
“Kami harus melihat beberapa momen yang diputuskan wasit di dua pertandingan ini. Itu bukan alasan, tetapi sangat berpengaruh,” kata Kompany kepada TNT Sports.
Kompany juga mempertanyakan konsistensi keputusan terkait handball dan kartu kuning yang dianggap merugikan Bayern pada laga tersebut.
Meski gagal lolos, Bayern tetap mendapat apresiasi karena terus menekan hingga menit akhir saat menghadapi permainan disiplin PSG.
Baca Juga: Rooney Ingatkan Arsenal Tak Terlena Usai Lolos ke Final Liga Champions
Enrique Puji Pertahanan yang Disiplin
Di sisi lain, pelatih PSG Luis Enrique memuji karakter dan disiplin bertahan anak asuhnya saat menghadapi tekanan Bayern sepanjang pertandingan.
“Pertahanan kami lebih baik dibanding serangan. Karakter yang ditunjukkan tim melawan Bayern sangat positif,” ujar Enrique.
Keberhasilan lolos ke final menjadi pencapaian penting bagi PSG yang kini memburu gelar Liga Champions pertama dalam sejarah klub.
Luis Enrique mengaku bahagia karena keberhasilan timnya datang menjelang ulang tahunnya dan berharap dapat memberikan trofi bagi para pendukung PSG.
Baca Juga: Arsenal di Ambang Juara, Henry Sebut City Mulai Kehilangan Kendali
Siap Hadapi Arsenal
Sementara Winger PSG Khvicha Kvaratskhelia menegaskan timnya siap menghadapi Arsenal pada partai final dan menyebut laga itu sebagai pertandingan terbesar dalam hidup mereka.
“Kami akan memberikan segalanya untuk trofi ini. Final Liga Champions adalah pertandingan terbesar dalam hidup kami,” kata Kvaratskhelia.
Mengenai gol tunggal Dembele yang merupakan assistnya, ""Sangat penting bagi kami untuk mencetak gol dengan cepat. Saya melihat Dembele sendirian dan dia memberikan penyelesaian yang sangat bagus. Saya sangat bangga padanya, tetapi juga pada seluruh tim. Semangatnya luar biasa dan saya bangga menjadi bagian dari mereka." (*)
Editor : Efprizan