Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman

Kompany Sebut Keputusan Handball PSG Konyol dan Tak Masuk Akal

Efprizan • Kamis, 7 Mei 2026 | 14:20 WIB
Penyerang Bayern Munich  Harry Kane menunjukkan ekspresi kecewa setelah timnya gagal lolos ke dinal Piala Champions. (sky sports)
Penyerang Bayern Munich Harry Kane menunjukkan ekspresi kecewa setelah timnya gagal lolos ke dinal Piala Champions. (sky sports)

PONTIANAK POST - Pelatih Bayern Munchen Vincent Kompany meluapkan kekecewaan terhadap keputusan wasit dan VAR setelah timnya gagal mendapat penalti saat menghadapi Paris Saint-Germain pada semifinal Liga Champions, Kamis (7/5) dini hari WIB..

Momen kontroversial terjadi pada leg kedua ketika gelandang PSG Joao Neves terlihat menyentuh bola dengan tangan di kotak penalti usai sapuan rekannya sendiri.

Meski tangan Neves berada jauh dari tubuh, wasit tetap melanjutkan pertandingan dan VAR tidak mengubah keputusan tersebut.

Keputusan itu merujuk aturan IFAB yang menyatakan pemain tidak dianggap handball apabila bola datang secara tidak terduga dari sentuhan rekan setim sendiri.

Baca Juga: Bayern Munchen 1 vs 1 PSG: Kompany Semprot Keputusan Wasit di Dua Leg

Dalam aturan IFAB dijelaskan pelanggaran handball tidak berlaku meski posisi tangan aktif, kecuali bola langsung masuk ke gawang lawan atau menghasilkan gol sesaat setelah kejadian.

Situasi tersebut memicu kemarahan Kompany karena Bayern akhirnya tersingkir dengan selisih agregat hanya satu gol dari PSG.

“Tangannya jelas berada di udara dan bola mengenainya, tetapi karena datang dari rekannya sendiri maka itu bukan penalti,” kata Kompany kepada TNT Sports.

Baca Juga: PSG Tahan Bayern, Lolos Dramatis dan Tantang Arsenal di Final Liga Champions

Menurut Kompany, aturan tersebut kehilangan unsur akal sehat dan sangat memengaruhi jalannya pertandingan penting seperti semifinal Liga Champions.

“Kami hanya meminta sedikit akal sehat. Ini terasa konyol karena pertandingan berakhir hanya dengan selisih satu gol,” ujarnya.

Kompany juga mempertanyakan keputusan wasit terkait dugaan kartu kuning kedua yang batal diberikan serta insiden handball Konrad Laimer yang dinilai tidak jelas.

Baca Juga: Rooney Ingatkan Arsenal Tak Terlena Usai Lolos ke Final Liga Champions

Meski kecewa terhadap kepemimpinan pertandingan, Kompany tetap mengakui PSG tampil sebagai tim kuat sepanjang dua leg semifinal tersebut. (*)

 

Editor : Efprizan
#psg #handball #Bayern muenchen #vincent kompany #liga champions