PONTIANAK POST - Crystal Palace memastikan tiket final UEFA Conference League pertama dalam sejarah klub setelah mengalahkan Shakhtar Donetsk 2-1 pada leg kedua semifinal di Selhurst Park dan unggul agregat 5-2, Jumat (8/5) dini hari WIB.
Crystal Palace membuka keunggulan pada menit ke-25 setelah tekanan Daniel Munoz memaksa Pedro Henrique mencetak gol bunuh diri ke gawang sendiri.
Shakhtar Donetsk sempat menyamakan kedudukan lewat gol Eguinaldo sebelum turun minum dan membuat pertandingan kembali terbuka.
Namun, Ismaila Sarr memastikan kemenangan Crystal Palace pada awal babak kedua sekaligus mengukuhkan statusnya sebagai top skor kompetisi dengan sembilan gol.
Kemenangan ini membawa Crystal Palace menghadapi Rayo Vallecano pada final Conference League di Leipzig, 27 Mei mendatang.
Baca Juga: Aston Villa Gilas Nottingham Forest, Emery Bawa Tim ke Final Liga Europa
Momen Terbesar
Pelatih Crystal Palace Oliver Glasner menyebut malam di Selhurst Park sebagai salah satu momen terbesar dalam perjalanan klub di kompetisi Eropa.
“Atmosfernya luar biasa. Ini malam hebat di Selhurst Park dan hasil yang sangat besar bagi kami,” kata Glasner, dikutip dari Sky Sports.
Ia memuji kerja keras dan disiplin seluruh pemain yang dinilainya menjadi kunci keberhasilan Crystal Palace melangkah ke final Eropa pertama.
“Komitmen, kerja keras, dan disiplin para pemain sangat luar biasa. Saya selalu percaya kami akan menciptakan peluang dan mencetak gol,” ujarnya.
Baca Juga: Pangeran William Turun ke Ruang Ganti, Aston Villa Bidik Sejarah Baru
Emosional Bagi Suporter
Kesuksesan ini semakin emosional bagi suporter Palace karena klub sebelumnya sempat berharap tampil di Liga Europa setelah menjuarai Piala FA musim lalu, trofi mayor pertama mereka.
Namun, persoalan kepemilikan multi-klub dan kegagalan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga membuat Palace harus turun ke UEFA Conference League, sementara tempat Liga Europa diberikan kepada Nottingham Forest.
Suporter Crystal Palace di Selhurst Park bahkan bersorak lebih keras ketika mengetahui Aston Villa menghancurkan Nottingham Forest 4-0 di semifinal Liga Europa.
Glasner menegaskan momen seperti ini tidak bisa dibeli dan hanya bisa diraih melalui perjuangan panjang seluruh tim.
Baca Juga: Manchester United Siap Belanja Gila-gilaan: Siapkan Rp3 Triliun, Tiga Gelandang Dibidik
“Momen seperti ini tidak bisa dibeli. Semua pemain dan staf pantas mendapatkannya,” kata Glasner.
Ia mengaku suasana saat berjalan mengelilingi stadion setelah pertandingan menjadi alasan mengapa sepak bola selalu dicintai banyak orang.
“Perasaan di menit-menit terakhir itu sangat spesial. Itulah alasan kami mencintai sepak bola,” tuturnya. (*)
Editor : Efprizan