PONTIANAK POST - Liverpool gagal memaksimalkan laga kandang setelah ditahan imbang Chelsea 1-1 pada pekan ke-36 Liga Inggris di Anfield, Sabtu, 9 Mei 2026.
Liverpool membuka keunggulan cepat melalui gol Ryan Gravenberch pada menit keenam usai memanfaatkan tekanan awal tuan rumah.
Chelsea merespons lewat tendangan bebas Enzo Fernández pada menit ke-35 yang gagal diantisipasi lini belakang Liverpool.
Pada babak kedua, Liverpool tampil lebih agresif dan beberapa kali mengancam gawang Chelsea melalui Dominik Szoboszlai yang membentur tiang serta gol Curtis Jones yang dianulir karena offside.
Baca Juga: Liverpool Bersiap Ganti Wajah Musim Depan, Slot Pastikan Tak Ada Revolusi Besar
Chelsea juga sempat mencetak gol tambahan melalui Cole Palmer, namun dianulir wasit sehingga skor 1-1 bertahan hingga laga usai.
Hasil ini membuat Liverpool tertahan di posisi keempat klasemen sementara dengan 59 poin, sedangkan Chelsea berada di peringkat kesembilan dengan 49 poin.
Suporter Liverpool terlihat kecewa setelah tim mereka gagal mempertahankan keunggulan di kandang sendiri, bahkan terdengar sorakan dari tribune saat beberapa pergantian pemain dilakukan pelatih Arne Slot. Terutama saat Rio Ngumoha yang bermain apik di laga itu ditarik keluar.
Pengamat sepak bola Clinton Morrison menilai Liverpool seharusnya mampu mengamankan kemenangan setelah unggul cepat di Anfield.
Baca Juga: Juventus Ngebet Gaet Alisson, Liverpool Mulai Hitung Risiko Besar
“Ketika unggul di Anfield melawan Chelsea yang sedang kesulitan, Anda seharusnya bisa memenangkan pertandingan,” kata Morrison, dikutip dari Sky Sports.
Ia juga mengkritik strategi Liverpool yang dianggap terlalu bertahan setelah mencetak gol pembuka dan menilai pergantian pemain yang dilakukan Slot tidak memberi dampak besar bagi permainan tim.
(*)
Editor : Efprizan