PONTIANAK POST - Barcelona memastikan gelar juara LaLiga musimini setelah mengalahkan rival abadi Real Madrid 2-0 pada laga El Clasico di Stadion Spotify Camp Nou, Minggu waktu setempat atau Senin (11/5) dini hari WIB.
Marcus Rashford membuka keunggulan Barcelona lewat tendangan bebas pada menit kesembilan sebelum Ferran Torres menggandakan skor pada menit ke-18 memanfaatkan umpan Dani Olmo.
Hasil itu membuat Barcelona unggul 14 poin atas Madrid dengan tiga laga tersisa sehingga gelar juara tidak lagi bisa dikejar.
Kemenangan tersebut menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam 96 tahun sejarah LaLiga, Barcelona memastikan gelar juara langsung lewat kemenangan atas Real Madrid di laga El Clasico.
Baca Juga: Piala Asia 2027: Indonesia Masuk Grup Neraka, Jepang dan Qatar Kepung Garuda
Madrid sebenarnya tetap memberi perlawanan meski sempat terpukul oleh dua gol cepat Barcelona.
Gonzalo Garcia nyaris mencetak gol setelah sepakannya membentur sisi jaring, sementara gol Jude Bellingham dianulir karena offside.
Barcelona juga memiliki sejumlah peluang tambahan melalui Rashford, Torres, Raphinha, dan Robert Lewandowski, tetapi kiper Thibaut Courtois mampu melakukan beberapa penyelamatan penting.
Baca Juga: Manchester United Butuh Satu Poin lagi untuk Segel Posisi Tiga, Casemiro Bisa Tampil Pekan Depan
Kabar Duka di Balik Pesta
Di balik pesta juara Barcelona, pelatih Hansi Flick mengungkapkan dirinya mendapat kabar duka pada pagi hari sebelum pertandingan dimulai.
Flick mengatakan ayahnya meninggal dunia beberapa jam sebelum El Clasico berlangsung, tetapi ia memilih tetap mendampingi tim di pinggir lapangan.
“Ini hari yang berat dan saya tidak akan pernah melupakan hari ini,” ujar Flick dalam konferensi pers setelah pertandingan, dikutip dari ESPN.
Flick mengaku sempat bimbang apakah harus menyampaikan kabar tersebut kepada pemain, tetapi akhirnya memilih terbuka karena menganggap skuad Barcelona sebagai keluarga.
Baca Juga: Sunderland 0-0 Manchester United: Setan Merah Terlihat Lelah dan Kehilangan Ritme Permainan
“Saya ingin memberi tahu para pemain dan apa yang mereka lakukan sungguh luar biasa. Saya tidak akan pernah melupakan momen ini,” katanya.
Sebagai bentuk penghormatan, pemain kedua tim mengenakan ban hitam dan menggelar mengheningkan cipta sebelum laga dimulai.
Para pemain Barcelona juga merayakan gol dan gelar juara dengan memeluk Flick sebelum mengangkat sang pelatih ke udara seusai pertandingan.
“Saya belum pernah merasakan cinta sebesar hari ini,” ucap Flick.
Baca Juga: Barcelona Incar Anthony Gordon dari Newcastle, Raphinha Tolak Duit Gede Arab Saudi
Target Berikutnya Berjaya di Eropa
Sejak ditangani Flick pada musim panas 2024, Barcelona tampil dominan di kompetisi domestik dengan meraih lima dari enam trofi nasional yang tersedia.
Meski begitu, Barcelona masih gagal memenuhi target di Liga Champions setelah tersingkir pada perempat final musim ini oleh Atletico Madrid.
Flick menegaskan target berikutnya adalah membawa Barcelona kembali berjaya di Eropa.
“Kami ingin mencapai level berikutnya dan semua orang di Barcelona ingin memenangi Liga Champions,” tegasnya.
Baca Juga: Masa Depan Rashford Kabur, Tottenham Muncul Sebagai Opsi Baru
Target 'Tutup Buku' dengan 100 Poin
Barcelona masih menyisakan tiga pertandingan musim ini melawan Alaves, Real Betis, dan Valencia.
Jika mampu menyapu bersih seluruh laga tersebut, Barcelona berpeluang menutup musim dengan 100 poin, catatan yang baru dua kali tercipta dalam sejarah LaLiga.
“Target berikutnya adalah 100 poin dan itu masih mungkin,” kata Flick. (*)
Editor : Efprizan