Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Tanpa Gelar dan Penuh Konflik, Madrid Masuki Titik Terendah: Rumor Mou Jadi Pelatih Makin Menguat

Efprizan • Senin, 11 Mei 2026 | 08:19 WIB
Pemain Real Madrid tertunduk usai kalah dari Barcelona di El Clasico yang memastikan musim tanpa gelar. (Dok. FC Barcelon)
Pemain Real Madrid tertunduk usai kalah dari Barcelona di El Clasico yang memastikan musim tanpa gelar. (Dok. FC Barcelon)

PONTIANAK POST - Kekalahan dari Barcelona di El Clasico, Senin (11/5) dini hari WIB, memastikan Real Madrid menutup musim tanpa gelar besar sekaligus memperpanjang puasa trofi utama menjadi dua musim beruntun.

Situasi itu menjadi catatan buruk bagi Madrid karena terakhir kali mereka gagal meraih trofi utama selama dua musim berturut-turut terjadi 20 tahun lalu.

Madrid kini tertinggal 14 poin dari Barcelona di klasemen LaLiga dengan tiga pertandingan tersisa hingga akhir musim. Gelar juara La Liga pun telah disegel Barcelona.

Baca Juga: Ada Duka di Balik Pesta Barcelona Juara La Liga 2026

Di Liga Champions, Madrid hanya mampu melaju hingga perempat final sebelum disingkirkan Bayern Munchen yang tampil lebih dominan.

Perjalanan Madrid di Copa del Rey juga berakhir memalukan setelah tersingkir oleh klub kasta bawah, Albacete.

Krisis Besar Madrid

Krisis Madrid musim ini tidak hanya terjadi di lapangan, tetapi juga merambah ruang ganti dan manajemen klub.

Pemecatan Xabi Alonso serta penunjukan Alvaro Arbeloa sebagai pelatih dinilai gagal membawa perubahan bagi tim.

Baca Juga: Barcelona Juara La Liga dengan Cara Paling Indah, Hajar Real Madrid 2-0 di Camp Nou

Sejumlah masalah internal juga mencuat sepanjang musim, mulai dari ketidakpuasan Vinicius Junior saat ditarik keluar pada El Clasico Oktober lalu hingga ketegangan terbaru yang melibatkan Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.

Mourinho: Belum Ada Kontak  

Bagi Real Madrid, ini adalah musim kedua berturut-turut tanpa gelar bergengsi, setelah juga tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey. Pelatih interim Arbeloa diperkirakan akan hengkang pada musim panas dan rumor yang menghubungkan mantan pelatih Los Blancos, Jose Mourinho, dengan Real Madrid terus beredar.

Menanggapi rumor tersebut, pelatih kepala Benfica saat ini, Mourinho, mengatakan: "Saya belum melakukan kontak dengan Real Madrid, sama sekali belum, dan saya tidak akan melakukan kontak apa pun sampai setelah pertandingan liga terakhir melawan Estoril," ujarnya, dikutip dari Sky Sports.

"Lalu ada jangka waktu satu minggu, di mana saya bebas berbicara dengan siapa pun yang menurut saya perlu saya ajak bicara, tetapi semua cerita yang beredar - tuntutan, pertemuan - semuanya hanyalah spekulasi," tambahnya lagi.

Baca Juga: Masa Depan Rashford Kabur, Tottenham Muncul Sebagai Opsi Baru

Butuh Perubahan Besar 

Namun, persoalan Madrid dinilai tidak hanya berada di kursi pelatih karena kelemahan skuad dan arah kebijakan klub ikut menjadi sorotan.

Arbeloa mengakui Madrid membutuhkan perubahan besar agar bisa kembali bersaing merebut trofi.

“Kami harus melangkah maju bersama sebagai tim dan memiliki ide yang lebih jelas tentang apa yang ingin kami lakukan,” ujar Arbeloa usai pertandingan, dikutip dari ESPN.

Ia menegaskan kepentingan tim harus ditempatkan di atas kepentingan individu jika Madrid ingin bangkit dari keterpurukan musim ini.

Baca Juga: Ruang Ganti Real Madrid Ricuh, Valverde Cedera Otak Usai Ribut dengan Tchouameni, Begini Tindakan Klub

Kondisi itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi manajemen Madrid menjelang bursa transfer musim panas mendatang.

Publik Santiago Bernabeu kini menanti apakah klub benar-benar siap melakukan perubahan besar demi mengakhiri krisis yang terus membesar sepanjang musim ini. (*)

Editor : Efprizan
#real madrid #laliga #barcelona #el clasico #Jose Mourinho