PONTIANAK POST - Inter Milan kembali menghadapi SS Lazio di Stadio Olimpico, Roma, Kamis (14/5) dini hari , dengan target menyandingkan gelar Serie A dan Coppa Italia musim ini.
Inter datang ke final Coppa Italia dengan kepercayaan diri tinggi setelah menang 3-0 atas Lazio dalam lanjutan Serie A akhir pekan lalu.
Skuad asuhan Cristian Chivu bahkan sudah memastikan scudetto Serie A sejak akhir April usai bermain imbang 2-2 melawan Torino FC.
Bagi Nerazzurri, peluang merebut doblete menjadi momen penting karena terakhir kali mereka meraihnya pada musim 2009-2010 saat ditangani Jose Mourinho.
Gelar Ganda Penutup Sempurna
Kapten Inter, Lautaro Martinez, menilai gelar ganda akan menjadi penutup sempurna bagi perjalanan tim musim ini.
“Meraih doblete akan sangat berarti karena Inter sudah lama tidak pernah merasakannya. Ini cara terbaik untuk mengakhiri musim,” ujar Lautaro kepada Sky Sport Italia.
Meski baru menang telak atas Lazio, Lautaro menegaskan final Coppa Italia akan berlangsung berbeda karena lawan dipastikan tampil lebih agresif di hadapan pendukung sendiri.
Baca Juga: Jaap Stam Dorong MU Lepas Rashford Demi Bintang Milan Rafael Leao
Amosfer Olimpico Beri Energi
Pernyataan itu diamini bek Lazio, Adam Marusic, yang menilai kekalahan sebelumnya tidak bisa dijadikan ukuran karena timnya bermain dengan sepuluh orang setelah kartu merah Alessio Romagnoli.
Menurut Marusic, atmosfer final di Olimpico akan memberi energi tambahan bagi Lazio untuk bangkit dan menjaga peluang meraih trofi musim ini.
“Kami akan bermain untuk memperebutkan trofi. Kami tahu arti penting laga ini dan akan bermain berbeda,” kata Marusic seperti dikutip Tuttomercatoweb.
Baca Juga: Reaksi Cristian Chivu Usai Bawa Inter Milan Juara Liga Italia: Ini Bukan Tentang Saya!
Tarian Terakhir Pedro-Mikhi
Final ini juga menghadirkan sisi emosional bagi dua pemain senior, yakni Pedro Rodriguez dan Henrikh Mkhitaryan.
Pedro dipastikan tidak mendapat perpanjangan kontrak dari Lazio, sedangkan Mkhitaryan bersiap mengakhiri karier profesionalnya pada akhir musim.
Mkhitaryan mengaku bangga bisa menjadi bagian dari Inter dalam empat musim terakhir dan menikmati perjalanan panjangnya di sepak bola Eropa.
Di sisi lain, fans Lazio di Curva Nord disebut tengah menyiapkan koreografi khusus untuk Pedro sebagai bentuk penghormatan terakhir di Olimpico.
Baca Juga: Final Liga Champions: Ferdinand Yakin Arsenal Bisa Jungkalkan PSG
Situasi itu membuat final Coppa Italia bukan hanya soal perebutan trofi, tetapi juga menjadi panggung perpisahan emosional bagi sejumlah figur penting di kedua tim.
Perkiraan Pemain
SS LAZIO (4-3-3): 40-Motta (g); 77-Marusic, 34-Gila, 13-Romagnoli, 17-Tavares; 26-Basic, 4-Patric, 24-Taylor; 18-Isaksen, 14-Noslin, 10-Zaccagni (c)
Pelatih: Maurizio Sarri
NTER MILAN (3-5-2): 13-Josep Martinez (g); 31-Bisseck, 25-Akanji, 95-Bastoni; 2-Dumfries, 23-Barella, 7-Zielinski, 8-Sucic, 32-Dimarco; 14-Bonny, 10-Lautaro (c)
Pelatih: Cristian Chivu (*)