PONTIANAK POST - Organisasi wasit Inggris, PGMOL, mengakui gol kedua Manchester United saat menang 3-2 atas Nottingham Forest di Old Trafford, Minggu (17/7), seharusnya tidak disahkan karena terjadi handball dalam proses gol tersebut.
Gol kontroversial itu terjadi ketika Bryan Mbeumo mengontrol bola menggunakan tangan sebelum melepaskan tembakan yang kemudian disambar Matheus Cunha menjadi gol untuk membawa United unggul 2-1.
Wasit Michael Salisbury awalnya mengesahkan gol tersebut di lapangan, lalu tetap mempertahankan keputusan meski sudah diminta VAR meninjau ulang tayangan insiden.
Baca Juga: Manchester United 3-2 Nottingham Forest: Bruno Samai Rekor Assist, Casemiro Ucap Salam Perpisahan
Dalam pengumuman di stadion, Salisbury menyebut handball yang terjadi dianggap tidak disengaja sehingga gol tetap dinyatakan sah.
Namun sehari setelah pertandingan, dikutip dari Talksport, PGMOL melalui kepala wasit Howard Webb mengakui kepada Nottingham Forest bahwa keputusan tersebut keliru dan gol Manchester United seharusnya dibatalkan.
Keputusan itu memicu kemarahan kubu Forest, termasuk pelatih Vitor Pereira yang terlihat frustrasi di pinggir lapangan karena merasa timnya dirugikan pada momen krusial pertandingan.
Baca Juga: Højlund Resmi Tinggalkan Manchester United dan Permanen Bersama Napoli
Keputusan yang Memalukan
Legenda Manchester United, Gary Neville, juga mengkritik keras keputusan tersebut saat menjadi komentator Sky Sports.
“Saya pikir itu keputusan yang sangat buruk dalam segala aspek. Itu jelas handball,” kata Neville.
Mantan striker Inggris Alan Shearer bahkan menyebut keputusan tersebut “memalukan” karena tayangan ulang menunjukkan kontak bola dengan tangan terlihat jelas.
Baca Juga: Camavinga Siap Tinggalkan Real Madrid, Manchester United dan Liverpool Bergerak
Di tengah kontroversi tersebut, Manchester United tetap mengamankan kemenangan 3-2 lewat kontribusi Bruno Fernandes yang mencatat assist ke-20 musim ini dan menyamai rekor Thierry Henry serta Kevin De Bruyne.
Forest sempat memperkecil ketertinggalan melalui Morgan Gibbs-White dan memberi tekanan hingga menit akhir, tetapi United mampu mempertahankan keunggulan di depan pendukung sendiri.
Kontroversi di Laga Palace
Kontroversi VAR juga terjadi dalam laga Brentford kontra Crystal Palace yang berakhir 2-2, setelah Palace tidak mendapat penalti meski Brennan Johnson terlihat jelas ditarik bajunya di kotak terlarang.
Baca Juga: Manchester United Siap Lepas Mason Mount ke Coventry City
PGMOL disebut telah mengakui kepada Crystal Palace bahwa mereka semestinya mendapat hadiah penalti dalam insiden tersebut.
Serangkaian keputusan kontroversial itu kembali memunculkan kritik terhadap konsistensi penggunaan VAR di Premier League menjelang akhir musim yang semakin ketat dan penuh tekanan. (*)
Editor : Efprizan