PONTIANAK POST - Pelatih Tottenham Hotspur Roberto De Zerbi menyebut laga terakhir Premier League melawan Everton, Minggu (24/5). lebih penting dibanding final Liga Europa musim lalu karena menentukan nasib klub bertahan di kasta tertinggi Liga Inggris.
Tottenham gagal mengamankan posisi setelah kalah 1-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Rabu (20/5) dini hari WIB, sehingga ancaman degradasi baru akan ditentukan pada pekan terakhir musim ini.
Chelsea membuka keunggulan lewat gol Enzo Fernández pada babak pertama sebelum Andrey Santos menggandakan skor di menit ke-67.
Richarlison sempat memperkecil ketertinggalan pada menit ke-74, namun Tottenham gagal mencetak gol penyama kedudukan hingga laga usai.
Baca Juga: Ditinggal Lewandowski, Barcelona Langsung Bidik Mesin Gol Chelsea Joao Pedro
Hasil itu membuat Spurs hanya unggul dua poin dari West Ham dengan satu pertandingan tersisa, meski masih memiliki selisih gol lebih baik.
Laga Penentuan
Pada laga penentuan akhir pekan nanti, Tottenham akan menjamu Everton, sementara West Ham menghadapi Leeds United di London Stadium.
“Ini final sebenarnya bagi Tottenham, bukan final di Bilbao melawan Manchester United musim lalu,” kata De Zerbi, dikutip dari ESPN.
Menurut pelatih asal Italia itu, pertarungan menghindari degradasi menyangkut harga diri dan sejarah klub yang dinilainya lebih penting daripada sekadar trofi.
Baca Juga: Chelsea Siapkan Transfer Fantastis Igor Thiago di Era Xabi Alonso
“Kami bermain untuk sesuatu yang lebih besar dari trofi, yakni kebanggaan dan martabat klub,” ujar De Zerbi.
Dalam 45 hari terakhir, De Zerbi mengaku seluruh pemain hidup dalam tekanan untuk menyelamatkan Tottenham dari degradasi dan bekerja lebih keras demi mencapai target bertahan di Premier League.
Gelandang James Maddison juga mulai kembali bermain setelah cedera ACL panjang, namun De Zerbi menegaskan kondisinya belum memungkinkan tampil penuh dan masih dibatasi sekitar 20 menit.
Baca Juga: Chelsea dan Liverpool Berebut Robin Roefs Usai Tampil Gemilang di Sunderland
Protes Keputusan Wasit
Tottenham sempat memprotes keputusan wasit Stuart Attwell yang tidak memberikan penalti saat terjadi kontak antara Marc Cucurella dan Micky van de Ven di kotak penalti Chelsea.
Namun De Zerbi memilih mengalihkan fokus kepada dukungan suporter yang dinilainya menjadi energi penting menjelang laga hidup-mati melawan Everton.
“Mereka luar biasa dan kami harus berterima kasih kepada para fans,” ucap De Zerbi. (*)
Editor : Efprizan