PONTIANAK POST - Aston Villa memburu trofi Liga Europa saat menghadapi SC Freiburg pada final di Besiktas Stadyumu, Istanbul, Kamis (21/5) dini hari WIB , sambil membawa memori kemenangan bersejarah atas Bayern Munchen 44 tahun lalu.
Villa pernah menjuarai European Cup 1981-1982 setelah mengalahkan Bayern Munchen 1-0 di De Kuip, Rotterdam, lewat gol tunggal Peter Withe.
Penyerang Aston Villa Ollie Watkins ingin mengulang jejak Withe dan berharap bisa menjadi pembeda di final melawan wakil Jerman tersebut.
Baca Juga: Aston Villa Siap Tebus Mahal Omar Marmoush dari Manchester City
“Aku sebenarnya belum menonton gol Withe, tetapi aku ingin melihatnya sebelum final sebagai inspirasi bagiku,” kata Watkins seperti dikutip AFP.
Watkins mengaku sudah berbincang langsung dengan Withe yang datang ke pusat latihan Villa di Bodymoor Heath menjelang laga final.
“Sungguh menakjubkan dia mampu mencetak gol di final Eropa, aku harap bisa mengikutinya,” lanjut Watkins.
Baca Juga: Arsenal Akhiri Puasa 22 Tahun Juara Liga Inggris Setelah Manchester City Gagal Menang
Tim Underdog
Di sisi lain, Freiburg datang dengan rasa percaya diri tinggi meski lebih diunggulkan Aston Villa.
Bek Freiburg Matthias Ginter menilai timnya sudah terbiasa menghadapi penyerang top sepanjang perjalanan Liga Europa musim ini.
“Kami tahu Aston Villa difavoritkan, tetapi ini final dan kami ingin memenanginya,” ujar Ginter di laman resmi klub.
Baca Juga: Setelah Gagal Juara Liga Inggris, Guardiola Isyaratkan Tinggalkan Manchester City
Sempat Berada di Divisi Kedua
Pelatih Freiburg, Alexander Schuster, menyebut keberhasilan timnya mencapai final menjadi perjalanan luar biasa setelah sempat bermain di divisi kedua Jerman satu dekade lalu.
“Belum lama ini kami masih berada di divisi kedua dan sekarang bermain di final Eropa,” kata Schuster.
Freiburg juga membawa motivasi tambahan karena gelar Liga Europa akan mengantar mereka tampil di Liga Champions musim depan.
Baca Juga: Onana Bersikeras Kembali ke Manchester United Meski Terancam Didepak
Spesialis Liga Europa
Sementara itu, pelatih Aston Villa Unai Emery ingin memanfaatkan pengalaman timnya di kompetisi Eropa dalam tiga musim terakhir untuk membawa pulang trofi.
Dalam tiga musim terakhir, Villa sempat mencapai semifinal Liga Konferensi Eropa dan perempat final Liga Champions sebelum kini lolos ke final Liga Europa.
“Kami telah memainkan banyak pertandingan Eropa dan pengalaman itu sangat penting bagi kami,” ujar Emery.
Baca Juga: Liverpool Siapkan Belanja Besar, Dua Pemain AS Monaco dan Bek Inter Milan Diincar
Pelatih asal Spanyol itu menegaskan reputasinya sebagai spesialis Liga Europa tidak akan berarti tanpa kemenangan di final kali ini.
“Kemenangan sebelumnya tidak akan membuat saya menang besok. Ini momen baru dan jalan baru,” tegas Emery. (*)
Editor : Efprizan