MANCHESTER – Air mata Pep Guardiola tumpah di tengah lapangan Etihad Stadium setelah memimpin laga terakhirnya bersama Manchester City.
Momen ini menandai berakhirnya era emas selama 10 tahun penuh gelimang trofi yang telah mengubah lanskap sepak bola Inggris dan Eropa.
Dalam pidato perpisahan yang mengharu biru di hadapan 60.000 pasang mata, Guardiola memberikan pesan pertama dan paling krusial bagi pelatih baru Manchester City yang akan menggantikannya.
Pria asal Spanyol itu menegaskan agar penerusnya kelak berani menjadi diri sendiri dan sama sekali tidak mencoba meniru gaya ataupun metodenya.
Baca Juga: Manchester City vs Aston Villa: Salam Terakhir Guardiola dan John Stones
Pesan untuk Suksesor: 'Jadilah Diri Sendiri, Jangan Tiru Saya'
Mantan bos Chelsea, Enzo Maresca, saat ini santer disebut sebagai kandidat terkuat untuk mengisi kursi panas yang ditinggalkan Guardiola musim panas ini.
Meski beban berat membayangi manajer berikutnya, Pep Guardiola meyakini manajemen klub akan melakukan transisi dengan sangat mulus.
"Manajer berikutnya harus menjadi diri mereka sendiri, itu hal yang paling penting," ujar Guardiola dengan suara bergetar.
"Cara mereka berkomunikasi, memperlakukan orang, cara bermain, dan bekerja—mereka harus menjadi diri mereka sendiri. Klub ini sangat luar biasa dalam banyak hal, proses transisi selalu berjalan baik."
Baca Juga: Pep Guardiola: Kisah Pelatih yang Tak Pernah Diam Melawan Genosida Gaza
Momen Haru Bersama Keluarga dan Penghormatan Penggawa Elit
Suasana haru kian memuncak saat layar raksasa stadion memutar montase momen-momen terbaik sepanjang sedekade rezimnya.
Berdiri di depan sang ayah, Valenti Guardiola, yang terbang langsung dari Spanyol, Pep mengaku merasa gugup dan tidak pernah membayangkan akan mendapat cinta sebesar ini dari publik Manchester.
Selain perpisahan Pep Guardiola, laga melawan Aston Villa tadi malam juga menjadi panggung penghormatan terakhir bagi dua pilar legenda Manchester City lainnya yang ikut hengkang, yakni Bernardo Silva dan John Stones.
"Saya tidak pernah membayangkan betapa besarnya cinta ini. Merupakan kehormatan besar menjadi manajer Anda," kata Guardiola dilansir mirror.
"Jika Anda bertemu saya di jalanan mana pun di dunia ini sebagai fans City, datang dan peluklah saya. Saya membutuhkannya," ucap Pep yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton.
Baca Juga: Guardiola Resmi Tinggalkan Manchester City, Enzo Maresca Siap Menggantikan
Sanjungan Bernardo Silva: 'Dia adalah Sang Juru Mudi Terhebat'
Bernardo Silva yang juga memainkan laga perpisahannya, memberikan testimoni emosional untuk sang mentor.
Pemain asal Portugal tersebut tanpa ragu melabeli Guardiola sebagai pelatih terhebat sepanjang sejarah sepak bola karena kemampuannya yang tak pernah berhenti berinovasi.
"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak hal. Dia berada di kursi kemudi, menciptakan tim monster yang sukses dalam jangka waktu yang sangat lama. Secara personal, dia adalah ayah saya dalam sepak bola," kata Silva penuh haru.
Sebagai tindakan penutup dari era emas ini, Guardiola akan memimpin skuadnya dalam sebuah parade juara Manchester menggunakan bus atap terbuka pada hari Senin.
Jutaan suporter diperkirakan akan memadati jalanan kota untuk memberikan lambaian tangan terakhir bagi sang maestro.(*)
Editor : Uray Ronald