Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Como 1907, Kisah Cinderella Bertemu “Pangeran” Indonesia

Aristono Edi Kiswantoro • Senin, 25 Mei 2026 | 22:50 WIB
LOLOS LIGA CHAMPION: Para pemain dan suporter Como 1907 larut dalam selebrasi usai memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menaklukkan Cremonese 4-1 di pekan terakhir Serie A. (foto: comofootball.com)
LOLOS LIGA CHAMPION: Para pemain dan suporter Como 1907 larut dalam selebrasi usai memastikan tiket Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah klub setelah menaklukkan Cremonese 4-1 di pekan terakhir Serie A. (foto: comofootball.com)

 

PONTIANAK POST - Di tepi Danau Como yang tenang, sebuah dongeng modern sepak bola Italia akhirnya menjadi kenyataan. Como 1907, klub kecil yang pernah tenggelam dalam kebangkrutan dan bertahun-tahun hidup di kasta bawah, kini resmi menembus Liga Champions untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kepastian itu didapat setelah Como menghancurkan US Cremonese 4-1 pada pekan terakhir Serie A 2025/2026 di Stadion Giovanni Zini, Senin (25/5).

Hasil tersebut terasa sempurna karena di saat bersamaan AC Milan tumbang 1-2 dari Cagliari Calcio. Como pun melompat ke posisi empat besar klasemen akhir Serie A dan memastikan tiket menuju kompetisi elite Eropa.

Dari Bangkrut hingga Mengguncang Italia

Bagi publik Italia, keberhasilan Como menjadi salah satu kisah paling mengejutkan musim ini. Dua tahun lalu, mereka hanyalah tim promosi yang diprediksi sekadar numpang lewat di Serie A.

Kini, klub kecil dari kota wisata itu justru berhasil menyingkirkan raksasa-raksasa tradisional Italia.

Como tampil penuh percaya diri sejak awal pertandingan menghadapi Cremonese yang juga tengah berjuang menghindari degradasi.

Gol pembuka lahir pada menit ke-36 melalui Jesus Rodriguez setelah memanfaatkan bola liar di depan gawang. Keunggulan itu membuat Como semakin nyaman menguasai permainan.

Awal babak kedua menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Umpan matang Rodriguez berhasil diselesaikan Anastasios Douvikas untuk menggandakan keunggulan menjadi 2-0.

Laga Memanas, Como Pesta Gol

Cremonese sempat memperkecil ketertinggalan lewat penalti Federico Bonazzoli setelah Jamie Vardy dijatuhkan di kotak penalti.

Namun momentum itu tak bertahan lama. Pertandingan berubah panas setelah Como mendapatkan penalti kontroversial sekitar 20 menit menjelang laga usai.

Gelandang Cremonese, Alberto Grassi, menerima kartu merah akibat protes keras kepada wasit. Situasi semakin ricuh setelah dua pemain cadangan, Milan Djuric dan David Okereke, ikut diusir keluar lapangan.

Unggul jumlah pemain membuat Como semakin leluasa. Lucas Da Cunha mencetak gol ketiga lewat titik putih sebelum kembali membobol gawang Cremonese melalui tembakan keras pada menit ke-81.

Skor 4-1 memastikan pesta Como dimulai bahkan sebelum peluit panjang dibunyikan.

Sentuhan Investor Indonesia Ubah Nasib Como

Keberhasilan Como tak bisa dilepaskan dari peran Grup Djarum melalui perusahaan SENT Entertainment yang mengambil alih klub pada 2019.

Saat itu, Como sedang terpuruk setelah berkali-kali bangkrut dan sempat bermain di Serie D. Investasi tersebut perlahan mengubah wajah klub, mulai dari pembenahan finansial, penguatan infrastruktur, hingga perekrutan pemain dan pelatih berkualitas.

Transformasi Como dimulai setelah Grup Djarum melalui SENT Entertainment mengakuisisi klub pada 2019 saat masih bermain di Serie D dan mengalami krisis finansial. ANTARA melaporkan nilai akuisisi klub saat itu sekitar 800 ribu euro atau setara Rp12,5 miliar. Sejak diambil alih investor Indonesia, Como berhasil melesat dari kasta keempat hingga akhirnya menembus Serie A dan Liga Champions hanya dalam beberapa musim.

Sejumlah laporan media Italia dan Indonesia juga menyebut investasi lanjutan dilakukan untuk pembenahan infrastruktur, perekrutan pemain, hingga pembangunan proyek jangka panjang bersama Cesc Fabregas. Bahkan, fNews mencatat suntikan modal yang digelontorkan mencapai sekitar Rp160 miliar selama proses transformasi klub.

Hasilnya mulai terlihat dari peningkatan performa dan nilai komersial klub. Como kini menjadi salah satu klub Italia dengan pertumbuhan paling cepat, didukung sponsor dan ekosistem bisnis yang terhubung dengan perusahaan-perusahaan Grup Djarum seperti Polytron dan Mola.

Fabregas Bangun Identitas Baru Como

Perjalanan Como menuju Liga Champions juga tidak lepas dari tangan dingin Cesc Fabregas.

Mantan gelandang Arsenal FC, FC Barcelona, dan Chelsea FC itu berhasil membentuk identitas permainan menyerang yang membuat Como menjadi kuda hitam Serie A musim ini.

Di bawah Fabregas, Como bukan hanya tampil atraktif, tetapi juga mampu menumbangkan sejumlah klub besar Italia sepanjang musim.

Musim ini, Como tampil mengejutkan dengan sejumlah hasil impresif melawan klub-klub besar Serie A. Tim asuhan Cesc Fabregas tercatat mengalahkan Juventus FC 2-0, menahan imbang SSC Napoli 0-0, bermain imbang 1-1 melawan AC Milan, serta hanya kalah tipis 3-4 dari juara liga Inter Milan dalam laga dramatis di Stadion Giuseppe Sinigaglia.

Como bahkan sempat mencatat kemenangan besar 6-0 atas Torino FC yang menjadi salah satu kemenangan terbesar klub di Serie A musim ini.

Milan Gagal, Cremonese dan Emil Audero Terdegradasi

Di sisi lain, pekan terakhir Serie A menjadi tragedi bagi Milan dan Juventus FC.

Rossoneri harus rela kehilangan tiket Liga Champions, sementara Juventus hanya finis di zona Liga Europa.

Nasib berbeda dialami Cremonese yang diperkuat kiper Timnas Indonesia, Emil Audero. Kekalahan telak tersebut memastikan mereka terdegradasi ke Serie B musim depan.

Dongeng Modern dari Tepi Danau Como

Bagi Como, musim ini akan selalu dikenang sebagai momen ketika klub kecil dari tepi Danau Como berubah menjadi Cinderella baru sepak bola Eropa.

Dari klub yang nyaris hilang karena kebangkrutan, Como kini berdiri di panggung Liga Champions — bersama mimpi besar, sentuhan legenda sepak bola dunia, dan jejak investasi Indonesia yang mengubah sejarah klub. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Como 1907 #Cesc Fabregas #Grup Djarum #Serie A. #liga champions