PONTIANAK POST - Arsenal menutup musim 2025/2026 dengan gelar juara Liga Inggris sekaligus mencatat enam rekor baru yang mempertegas dominasi skuad asuhan Mikel Arteta sepanjang musim.
Penantian lebih dari dua dekade akhirnya berakhir setelah Arsenal kembali menjadi kampiun Premier League, dan keberhasilan itu dibarengi sejumlah catatan statistik yang belum pernah dicapai klub lain sebelumnya.
Musim ini menjadi pembuktian bagi Arteta yang sukses membangun tim muda kompetitif dengan kombinasi disiplin bertahan, efektivitas serangan, dan kedalaman skuad.
Sumber statistik dan catatan rekor dikutip dari laporan resmi Premier League serta berbagai media olahraga Inggris, seperti dikutip dari onefootball.
Baca Juga: Arsenal Juara Premier League, Declan Rice Tetap Terluka Melihat West Ham Degradasi
Rekor Terpanjang Tanpa Kebobolan dalam Rentetan Kemenangan
Arsenal mencatat delapan kemenangan beruntun di semua kompetisi tanpa kebobolan sepanjang Oktober hingga November 2025.
Dalam periode itu, Arsenal mengalahkan Olympiacos, West Ham, Fulham, Atletico Madrid, Crystal Palace, Brighton, Burnley, dan Slavia Praha dengan delapan clean sheet beruntun.
Catatan tersebut menyamai rekor terpanjang klub kasta tertinggi Inggris tanpa kebobolan yang terakhir terjadi lebih dari satu abad lalu.
Menurut data sejarah sepak bola Inggris, pencapaian serupa sebelumnya hanya dilakukan Preston pada 1889 dan Liverpool pada 1920.
Hattrick Pertama dalam Derby London Utara Era Premier League
Eberechi Eze mencetak sejarah baru setelah menjadi pemain pertama yang membukukan hattrick dalam Derby London Utara di era Premier League.
Gelandang Arsenal itu mencetak tiga gol saat Arsenal menang 4-1 atas Tottenham Hotspur.
Hattrick Eze juga menjadi yang keempat dalam sejarah panjang pertemuan Arsenal kontra Spurs.
Sebelumnya, rekor serupa hanya pernah dicatat Alan Sunderland, Ted Drake, dan Terry Dyson.
Baca Juga: AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Usai Gagal ke Liga Champions, Zlatan Ibrahimovic Selamat
Kemenangan Tandang Terbesar Arsenal atas Spurs di Premier League
Arsenal kembali mempermalukan Tottenham dengan kemenangan tandang 4-1 yang menjadi kemenangan tandang terbesar mereka di Derby London Utara era Premier League.
Kemenangan itu juga menjadi yang terbesar sejak Arsenal menang 5-0 atas Spurs pada Desember 1978.
Arsenal musim ini juga menjadi salah satu tim langka yang mampu memenangkan dua derby London Utara dengan selisih minimal tiga gol.
Baca Juga: Investor Arab Saudi Alalshikh Siap Beli Derby County
Max Dowman Jadi Pencetak Gol Termuda Premier League
Talenta muda Arsenal, Max Dowman, mencuri perhatian setelah memecahkan rekor sebagai pencetak gol termuda Premier League.
Dowman mencetak gol pada usia 16 tahun 73 hari saat Arsenal menghadapi Everton pada Maret lalu.
Ia mematahkan rekor lama milik James Vaughan dan menjadi simbol keberhasilan akademi Arsenal melahirkan pemain muda potensial.
Kehadiran Dowman memperlihatkan keberanian Arteta memberi ruang bagi pemain muda di tengah tekanan perebutan gelar.
Baca Juga: Roy Keane Serang Bruno Fernandes Usai Pecahkan Rekor Assist Premier League
Arsenal Pecahkan Rekor Gol dari Sepak Pojok
Keunggulan Arsenal dalam situasi bola mati menjadi salah satu senjata utama musim ini.
The Gunners mencetak 19 gol dari sepak pojok sepanjang musim 2025/2026.
Jumlah itu melampaui rekor Premier League sebelumnya dengan 16 gol dari situasi corner kick.
Efektivitas bola mati Arsenal disebut menjadi faktor penting yang membantu mereka meraih poin krusial dalam banyak pertandingan.
Baca Juga: Joe Gomez Berpeluang Tinggalkan Liverpool Setelah Satu Dekade di Anfield
Arsenal Jadi Tim Pertama Tanpa Penalti dan Kartu Merah
Arsenal juga mencatat rekor disiplin luar biasa sepanjang musim.
Mereka menjadi klub pertama dalam sejarah Premier League yang tidak kebobolan penalti dan tidak menerima kartu merah dalam satu musim penuh.
Catatan itu memperlihatkan konsistensi organisasi permainan dan kedisiplinan pemain Arsenal di bawah arahan Arteta.
Keberhasilan tersebut menjadi simbol perubahan mental Arsenal dari tim muda potensial menjadi juara yang matang dan efisien. (*)
Editor : Efprizan