PONTIANAK POST - Crystal Palace berhasil mencapai final UEFA Conference League untuk pertama kalinya dan akan menghadapi Rayo Vallecano di Leipzig, Jerman, Kamis (28/5) dini hari WIB.
Laga tersebut menjadi pertandingan terakhir Oliver Glasner bersama Crystal Palace sebelum meninggalkan klub pada akhir musim.
Jika berhasil menjadi juara, Crystal Palace otomatis lolos ke Liga Europa musim depan.
Perjalanan Palace menuju final Eropa berlangsung penuh tekanan setelah sempat mengalami krisis performa dan konflik internal di tengah musim.
Sempat Terpuruk di Tengah Musim
Perjalanan Crystal Palace di kompetisi Eropa dimulai sejak babak play-off melawan Fredrikstad ketika Eberechi Eze masih tercatat sebagai pemain klub.
Namun situasi berubah drastis beberapa bulan kemudian.
Palace tersingkir dari Piala FA oleh Macclesfield, tim yang berada 117 tingkat di bawah mereka dalam piramida sepak bola Inggris.
Enam hari setelah kekalahan memalukan itu, kapten tim Marc Guehi dijual dan Glasner mengonfirmasi dirinya juga akan meninggalkan klub beberapa bulan kemudian.
Baca Juga: AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Usai Gagal ke Liga Champions, Zlatan Ibrahimovic Selamat
Situasi makin memburuk setelah Palace kalah 1-2 dari Sunderland dan gagal menang dalam 10 pertandingan beruntun.
Dalam laporan Sky Sports, Glasner bahkan sempat menuduh klub “meninggalkan” skuadnya di tengah krisis tersebut.
Bangkit dan Satukan Ruang Ganti
Meski berada dalam tekanan besar, Glasner tetap bertahan dan membawa Palace lolos ke fase gugur UEFA Conference League.
Kemenangan besar atas Fiorentina di Selhurst Park menjadi titik balik perjalanan mereka musim ini.
Baca Juga: Amerika Serikat Andalkan Lima Pemain Premier League di Piala Dunia 2026, Siapa Saja Mereka?
Glasner mengaku mulai merasakan atmosfer spesial setelah laga tersebut.
“Semakin dekat ke final, saya merasa perjalanan ini sangat spesial,” ujar Glasner kepada Sky Sports.
“Pertandingan melawan Fiorentina menjadi malam pertama ketika saya merasa ini sesuatu yang berbeda,” tambahnya.
Crystal Palace kemudian memastikan tiket final setelah menyingkirkan Shakhtar Donetsk di semifinal.
Baca Juga: Lionel Messi Cedera, Argentina Dihantui Krisis Jelang Piala Dunia
Kebersamaan Jadi Kekuatan Utama Palace
Gelandang Palace, Will Hughes, mengatakan skuad selalu yakin mampu mencapai final meski menghadapi banyak masalah sepanjang musim.
“Kami selalu percaya bisa sampai di sini dan kami pantas berada di final,” kata Hughes kepada Sky Sports News.
Pemain anyar Brennan Johnson juga memuji hubungan antarpemain yang disebutnya sebagai salah satu yang terbaik dalam kariernya.
Kebersamaan itu terlihat ketika striker Jean-Philippe Mateta kembali diterima tim meski sempat hampir pindah ke AC Milan pada hari terakhir bursa transfer.
Baca Juga: Kembali Reuni dengan Maresca, Enzo Fernandez Jadi Target Serius Transfer Manchester City
Di tengah rumor transfer pemain seperti Eberechi Eze, Marc Guehi, hingga Michael Olise, Palace tetap mampu menjaga fokus hingga mencapai final Eropa pertama mereka.
Glasner Ingin Tinggalkan Warisan Besar
Bagi pendukung Crystal Palace, perjalanan menuju final Eropa menjadi momen emosional setelah klub sempat mengalami krisis finansial dan ancaman degradasi pada 2010.
Kini Palace hanya berjarak satu kemenangan dari trofi Eropa pertama dalam sejarah klub.
Glasner mengatakan dirinya ingin meninggalkan kenangan terbaik bagi para suporter sebelum hengkang.
“Saya berjanji akan memberikan 100 persen sampai hari terakhir,” ujar Glasner.
“Mungkin Leipzig akan menjadi hari terbaik dalam hidup mereka,” tambah pelatih asal Austria tersebut.
Glasner menilai memberikan kenangan besar kepada suporter menjadi pencapaian terpenting dalam karier kepelatihannya.
Final melawan Rayo Vallecano kini menjadi kesempatan terakhir Crystal Palace menutup musim bersejarah dengan gelar Eropa sekaligus mengabadikan nama Oliver Glasner dalam sejarah klub. (*)
Editor : Efprizan