Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Grand Slam French Open Terpaksa Mengalah, PSG Ubah Taktik Hadapi Bola Mati Arsenal

Aristono Edi Kiswantoro • Jumat, 29 Mei 2026 | 23:07 WIB
Penyerang sayap PSG Ousmane Dembele.
Penyerang sayap PSG Ousmane Dembele.

 

PONTIANAK POST - Euforia final Liga Champions tidak hanya terasa di dunia sepak bola. Turnamen tenis grand slam Prancis Terbuka di Roland Garros, Paris, bahkan ikut terdampak karena sejumlah petenis ingin menyesuaikan jadwal pertandingan agar tidak bentrok dengan laga final Liga Champions.

Atmosfer besar pertandingan final yang melibatkan Paris Saint-Germain membuat beberapa petenis meminta jadwal bermain lebih awal agar tetap bisa menyaksikan laga puncak kompetisi antarklub Eropa tersebut.

Petenis Prancis Ingin Cepat Selesai demi PSG

Petenis Prancis Diane Parry menjadi salah satu atlet yang secara terbuka berharap pertandingannya dapat selesai lebih cepat. Ia dijadwalkan menghadapi Amanda Anisimova dan ingin segera pulang untuk menonton final Liga Champions.

“Saya tinggal di Paris dan sejak kecil telah mendukung PSG. Sabtu besok adalah hari yang kami nanti sebagai fans PSG,” kata Parry kepada L’Equipe seperti dikutip Ouest France.

Hal serupa juga disampaikan petenis muda Moise Kouame. Ia berharap mendapat jadwal bermain pagi agar tidak melewatkan pertandingan final.

“Saya ingin meminta bermain pada Sabtu pagi. Sebab, saya sangat ingin bisa menonton final,” ujarnya kepada TNT Sports.

Fenomena tersebut menunjukkan betapa besarnya pengaruh final Liga Champions terhadap masyarakat Prancis, bahkan hingga ke arena tenis Roland Garros.

Arsenal Andalkan Senjata Bola Mati

Di sisi lain, final Liga Champions juga menjadi ujian besar bagi pelatih spesialis bola mati Arsenal, Nicolas Jover.

Strategi bola mati Arsenal musim ini menjadi salah satu senjata utama tim. Klub asal London itu tercatat sudah mencetak 25 gol dari skema set pieces sepanjang musim, termasuk 19 gol dari sepak pojok.

Kontribusi besar tersebut membuat Nicolas Jover disebut menerima bonus sebesar 10 ribu poundsterling untuk setiap gol bola mati Arsenal. Total bonus yang dikabarkan sudah dikantongi mencapai sekitar 250 ribu poundsterling atau sekitar Rp2,39 miliar.

PSG Siapkan Taktik Bertahan Baru

Menghadapi ancaman bola mati Arsenal, pelatih Luis Enrique memastikan PSG akan melakukan perubahan dalam pola bertahan mereka.

“Kami akan mengubah cara kami dalam bertahan,” ujar Luis Enrique.

Perubahan strategi tersebut menjadi penting mengingat efektivitas Arsenal dalam memanfaatkan situasi bola mati sepanjang musim ini.

Final Liga Champions kali ini bukan hanya soal adu kualitas pemain, tetapi juga pertarungan strategi antara kekuatan serangan bola mati Arsenal dan upaya PSG meredam ancaman tersebut.

Final Liga Champions Jadi Pusat Perhatian Paris

Besarnya antusiasme masyarakat Paris terhadap final Liga Champions turut menciptakan suasana berbeda di kota tersebut. Dari arena tenis Roland Garros hingga penggemar sepak bola di berbagai sudut kota, perhatian publik tertuju pada peluang PSG meraih gelar Eropa.

Bagi banyak pendukung PSG, final ini bukan sekadar pertandingan sepak bola, melainkan momen yang telah lama dinantikan. (ars)

Editor : Aristono Edi Kiswantoro
#Prancis Terbuka #Nicolas Jover #bola mati Arsenal #Roland Garros #psg