PONTIANAK POST - Publik sepak bola kembali dibuat penasaran dengan masa depan Cristiano Ronaldo setelah pelatih Portugal, Roberto Martinez, menyatakan tidak ada alasan untuk meragukan peluang sang kapten tampil di Piala Dunia 2030.
Pernyataan itu muncul saat Ronaldo bersiap menjalani Piala Dunia 2026 di Amerika Utara, yang menjadi turnamen keenamnya sepanjang karier internasional.
Roberto Martinez menegaskan bahwa Cristiano Ronaldo masih memiliki mentalitas, disiplin, dan kondisi fisik yang memungkinkan dirinya bertahan hingga usia 45 tahun.
Portugal sendiri akan menjadi salah satu tuan rumah Piala Dunia 2030 bersama Spanyol dan Maroko, membuat peluang Ronaldo tampil di depan publik negaranya semakin emosional.
Baca Juga: Ronaldo Pecah Penantian, Al Nassr Akhirnya Rebut Gelar Liga Saudi
Roberto Martinez Yakin Ronaldo Masih Bisa Bertahan
Dalam wawancara bersama Cadena SER, Martinez mengatakan tidak ada pihak yang pantas meragukan kemungkinan Ronaldo tampil pada Piala Dunia 2030.
“Tidak seorang pun seharusnya meragukan itu. Dia sudah membuktikannya,” kata Martinez.
Pernyataan tersebut bukan tanpa dasar. Ronaldo hingga kini masih menjadi pemain dengan jumlah penampilan terbanyak untuk tim nasional putra Portugal, yakni 226 pertandingan, sekaligus pencetak gol terbanyak dengan 143 gol.
Ronaldo juga mencatat sejumlah rekor bersejarah di ajang Piala Dunia.
Berdasarkan data resmi FIFA, Cristiano Ronaldo menjadi pemain pria pertama yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda, yakni 2006, 2010, 2014, 2018, dan 2022.
Hingga kini, ia telah mengoleksi delapan gol dari 22 pertandingan Piala Dunia bersama Portugal.
FIFA juga mencatat Ronaldo sebagai salah satu dari sedikit pemain yang tampil dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
Jika tampil di Piala Dunia 2026, ia berpeluang menjadi pemain pertama dalam sejarah sepak bola putra yang tampil di enam edisi Piala Dunia.
Selain itu, rekor delapan gol Ronaldo di Piala Dunia tersebar selama rentang 16 tahun, mulai dari Jerman 2006 hingga Qatar 2022.
Ini memperlihatkan konsistensi dan daya tahan karier yang jarang dimiliki pemain lain di level tertinggi sepak bola dunia.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo Pecahkan Rekor, Portugal Bawa Sang Kapten ke Piala Dunia Keenam
Mentalitas Ronaldo Jadi Contoh untuk Generasi Muda Portugal
Martinez menilai faktor terbesar yang membuat Ronaldo terus bertahan di level elite bukan hanya kondisi fisik, tetapi rasa lapar untuk terus berkembang.
Pelatih Portugal itu mengungkapkan bahwa Ronaldo memiliki mentalitas berbeda dibanding banyak pemain bintang lain yang pernah ia tangani.
“Kami ingin mewariskan model Cristiano Ronaldo kepada pemain muda Portugal karena dia adalah panutan,” ujar Martinez.
Menurutnya, banyak pemain kehilangan motivasi setelah memenangkan trofi besar seperti Liga Champions atau Ballon d'Or. Namun Ronaldo justru terus menjaga ambisi setiap musim.
“Cristiano tidak bermain hanya untuk memenangkan gelar tertentu. Setelah menang, keesokan harinya dia tetap memiliki rasa lapar yang sama untuk berkembang,” kata Martinez lagi.
Ronaldo Datang ke Piala Dunia dengan Kepercayaan Diri Tinggi
Cristiano Ronaldo memasuki Piala Dunia 2026 dengan modal positif setelah membantu klub Arab Saudi, Al Nassr, meraih gelar Liga Pro Saudi musim ini.
Pemain berusia 41 tahun itu mencetak 28 gol sepanjang kompetisi dan membawa Al Nassr meraih gelar liga pertama sejak dirinya bergabung pada 2022.
Berdasarkan data resmi Saudi Pro League musim 2025/2026, Cristiano Ronaldo mencatat 30 penampilan dengan torehan 28 gol dan 2 assist. Catatan tersebut membuatnya memiliki rasio 0,93 gol per pertandingan di kompetisi liga musim ini.
Statistik itu memperlihatkan bahwa Ronaldo masih menjadi tumpuan utama lini depan Al Nassr meski tidak lagi muda.
Selain produktif dalam mencetak gol, Ronaldo juga tetap aktif dalam membangun serangan.
Data resmi kompetisi menunjukkan dirinya terlibat langsung dalam 30 kontribusi gol sepanjang musim, memperlihatkan konsistensi performa yang masih bertahan di level elite sepak bola profesional.
Baca Juga: Cristiano Ronaldo di Piala Dunia 2026: Tarian Terakhir Sang Legenda
Jadwal Portugal di Piala Dunia 2026
Portugal akan memulai perjalanan mereka di fase grup dengan menghadapi Republik Demokratik Kongo pada 17 Juni.
Setelah itu, Portugal dijadwalkan melawan Uzbekistan pada 23 Juni sebelum menghadapi Kolombia pada laga terakhir Grup K tanggal 27 Juni.
Publik Portugal kini tidak hanya menaruh harapan pada hasil di Piala Dunia 2026.
Mereka juga mulai membayangkan kemungkinan Cristiano Ronaldo menutup karier internasionalnya di Piala Dunia 2030, di tanah yang ikut menjadi tuan rumah negaranya sendiri.
Harapan dan Simbol Keteguhan
Bagi banyak pendukung Portugal, Cristiano Ronaldo bukan sekadar pemain sepak bola. Ia telah menjadi simbol ketekunan, kerja keras, dan kemampuan bertahan di tengah tekanan selama lebih dari dua dekade.
Jika benar tampil pada Piala Dunia 2030 nanti, Ronaldo tidak hanya akan mencetak sejarah baru, tetapi juga memperlihatkan bagaimana dedikasi mampu melampaui batas usia yang selama ini dianggap mustahil dalam sepak bola modern.
Fenomena Cristiano Ronaldo yang masih kompetitif di usia 41 tahun juga mendapat perhatian dari kalangan sport science.
Reuters melaporkan sejumlah pakar performa olahraga menilai perkembangan ilmu nutrisi, pemulihan tubuh, dan teknologi latihan modern membuat atlet elite kini mampu bertahan lebih lama dibanding generasi sebelumnya.
Ahli nutrisi performa asal Kanada, Dr. Marc Bubbs, menyebut umur panjang atlet modern lahir dari “kombinasi banyak faktor” seperti pola makan, kualitas pemulihan, dan disiplin latihan.
Profesor fisiologi olahraga dari Taibah University Arab Saudi, Dr. Mohammed Ali Al Ahmadi, bahkan menyebut Cristiano Ronaldo sebagai “model luar biasa dalam sport science modern”.
Ini karena disiplin fisik dan konsistensinya menjaga performa di usia yang biasanya menjadi masa pensiun pesepak bola profesional.(*)
Editor : Uray Ronald