PONTIANAK POST - Kapten Arsenal Martin Odegaard memberikan dukungan penuh kepada Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze setelah keduanya gagal mengeksekusi penalti dalam final Liga Champions melawan PSG, seraya menegaskan bahwa Arsenal tidak akan mencapai partai puncak tanpa kontribusi besar kedua pemain tersebut sepanjang musim.
Odegaard meminta seluruh skuad Arsenal berdiri di belakang Gabriel dan Eze yang kini menjadi sorotan setelah kekalahan menyakitkan di laga terbesar musim ini.
"Kami harus mengangkat mereka sekarang. Kami tahu apa yang telah mereka berikan untuk tim ini sepanjang musim dan kami tidak akan berada di sini tanpa mereka," kata Odegaard kepada media usai pertandingan, dikutip dari Sky Sports.
Menurut gelandang asal Norwegia itu, kegagalan merupakan bagian dari sepak bola dan seluruh pemain memiliki tanggung jawab untuk membantu rekan setim bangkit dari situasi sulit.
Baca Juga: Arteta Bela Eberechi Eze Usai Gagal Penalti di Final Liga Champions
"Itu bagian dari sepak bola dan bagian dari kehidupan. Tugas kami adalah mendukung mereka dan memastikan kami kembali lebih baik musim depan," ujarnya.
Odegaard Soroti Sikap Marquinhos
Di tengah suasana kecewa yang menyelimuti kubu Arsenal, Odegaard mengapresiasi tindakan kapten PSG, Marquinhos, yang terlihat menghibur Gabriel setelah adu penalti berakhir.
Menurutnya, bek senior Brasil tersebut memahami perasaan pemain yang kalah karena pernah mengalami situasi serupa dalam kariernya.
"Dia seorang gentleman. Mungkin dia pemain paling berpengalaman di lapangan hari ini. Dia pernah berada di kedua sisi final seperti ini dan memahami apa yang sedang kami rasakan," kata Odegaard.
Baca Juga: Arsenal Gagal Juara Liga Champions, Declan Rice Soroti Momen Penalti Kontroversial
Momen tersebut menjadi salah satu gambaran sportivitas yang muncul setelah pertandingan penuh tekanan di Budapest, Hungaria.
Arsenal Diminta Melihat Gambaran Besar
Odegaard mengakui seluruh pemain Arsenal sangat kecewa karena gagal mengangkat trofi ketika sudah begitu dekat dengan gelar Liga Champions pertama mereka.
Namun, ia menilai perjalanan Arsenal sepanjang musim tetap layak dibanggakan karena tim mampu bersaing di level tertinggi kompetisi domestik maupun Eropa.
"Semua orang sangat kecewa. Ketika Anda sudah sangat dekat dengan kemenangan, tentu sulit menerimanya," ujarnya.
Baca Juga: PSG Juara Liga Champions Lagi, Arsenal Tumbang Lewat Adu Penalti
"Pada saat yang sama kami tahu apa yang telah kami lakukan musim ini dan kami telah mencapai sesuatu yang luar biasa," lanjutnya.
Odegaard menegaskan Arsenal sejak awal musim menargetkan gelar Premier League dan Liga Champions sekaligus.
Meski gagal mewujudkan target ganda tersebut, ia menilai keberhasilan menjuarai Premier League tetap merupakan pencapaian besar bagi klub.
"Kami harus melihat gambaran yang lebih besar dan mengingat semua hal baik yang telah kami lakukan," katanya.
Baca Juga: Koeman Bongkar Strategi Inggris di Piala Dunia: Andalkan Bola Mati Seperti Arsenal
Adu Penalti Jadi Pembeda
Odegaard juga merasa Arsenal sebenarnya mampu mengendalikan jalannya pertandingan setelah unggul lebih dulu.
Menurutnya, PSG memang mendominasi penguasaan bola, tetapi tidak menciptakan terlalu banyak peluang berbahaya sepanjang laga.
"Saya merasa kami mengontrol pertandingan setelah mencetak gol pertama. Mereka menguasai bola lebih banyak, tetapi tidak menciptakan banyak peluang," ujarnya.
Pada akhirnya, pertandingan harus ditentukan melalui adu penalti yang menurut Odegaard menjadi cara paling menyakitkan untuk kalah di sebuah final.
Baca Juga: Arsenal Pecahkan Enam Rekor Bersejarah Saat Juara Liga Inggris 2025/2026, Apa Saja?
PSG akhirnya mempertahankan gelar Liga Champions setelah menang 4-3 dalam adu penalti usai kedua tim bermain imbang hingga babak perpanjangan waktu, sementara kegagalan Gabriel Magalhaes dan Eberechi Eze menjadi faktor penentu hasil akhir pertandingan. (*)
Editor : Efprizan