PONTIANAK POST - Rafael Leao resmi meninggalkan AC Milan setelah tujuh musim membela klub Italia tersebut, menandai berakhirnya salah satu proyek penting yang dibangun Paolo Maldini dan Ricky Massara sejak 2019.
Keputusan hengkangnya penyerang sayap timnas Portugal itu diumumkan melalui akun media sosial pribadinya pada Minggu (1/6) WIB setelah menjalani musim terakhir bersama Rossoneri.
“Aku pikir, aku sudah memberikan segalanya yang dapat aku berikan bagi klub ini,” tulis Leao dalam pesan perpisahannya yang dikutip dari media sosial resmi sang pemain.
Tujuh Musim Bersama Rossoneri
Leao menjadi salah satu figur penting dalam kebangkitan AC Milan selama tujuh tahun terakhir, termasuk saat membawa klub meraih gelar Serie A musim 2021-2022 setelah penantian panjang.
Baca Juga: Glasner Pelajari Skuad AC Milan, Maignan hingga Leao Jadi Sorotan
Pemain bernomor punggung 10 itu juga menjadi andalan lini serang Milan dengan kontribusi gol dan assist yang konsisten dari musim ke musim.
“Aku juga ingin mencoba tantangan lain di liga yang baru,” ujar Leao menjelaskan alasan di balik keputusannya meninggalkan San Siro.
Pada musim 2025-2026, Leao mencatatkan 19 gol dan tiga assist dari 31 pertandingan, menjadi salah satu musim paling produktif dalam kariernya bersama Milan.
Warisan Maldini-Massara Kian Terkikis
Kepergian Leao mempertegas berakhirnya era yang dibangun duet Paolo Maldini sebagai Direktur Teknik dan Ricky Massara sebagai Direktur Olahraga.
Baca Juga: Baru Dipecat Liverpool, Arne Slot Kini Jadi Incaran AC Milan
Keduanya menjadi arsitek utama kebangkitan Milan sebelum meninggalkan klub pada musim panas 2023.
Leao merupakan salah satu rekrutan penting proyek tersebut dan berkembang menjadi bintang utama Rossoneri selama masa kepemimpinannya.
Kini, dari skuad warisan Maldini-Massara, hanya tersisa Mike Maignan, Fikayo Tomori, Matteo Gabbia, dan Alexis Saelemaekers.
Jejak Kontribusi Leao
Selama tujuh musim membela Milan, Leao tampil dalam 290 pertandingan di berbagai kompetisi dengan kontribusi gol dan assist yang menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam era modern klub.
Kehilangan Leao menjadi bagian dari proses perombakan besar yang sedang dilakukan AC Milan, yang sebelumnya juga menyentuh jajaran pelatih dan manajemen klub.
Bagi pendukung Rossoneri, kepergian pemain berusia 27 tahun itu bukan sekadar kehilangan sosok penyerang sayap andalan, melainkan juga simbol berakhirnya generasi yang mengembalikan Milan ke jalur persaingan papan atas sepak bola Italia. (*)
Leao dari Musim ke Musim
Musim Total Laga/Menit Bermain Gol/Umpan Gol
2025—2026 31/1.968 19/3
2024—2025 50/3.499 12/13
2023—2024 47/3.548 15/14
2022—2023 48/3.488 16/15
2021—2022 41/3.202 14/12
2020—2021 40/2.507 7/6
2019—2020 33/1.478 6/2