Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

FIFA Terapkan Aturan Baru di Piala Dunia 2026, Pemain Tutupi Mulut Saat Ribut Kini Bisa Berujung Kartu Merah

Budi Miank • Selasa, 2 Juni 2026 | 10:23 WIB
FIFA akan mulai menerapkan serangkaian aturan baru pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (Ilustrasi AI)
FIFA akan mulai menerapkan serangkaian aturan baru pada Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. (Ilustrasi AI)

PONTIANAK POST - Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akan menerapkan sejumlah perubahan besar dalam Laws of the Game pada Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada mulai 11 Juni mendatang. 

Aturan baru tersebut disahkan oleh International Football Association Board (IFAB) dan bertujuan meningkatkan tempo pertandingan, mengurangi aksi buang waktu, serta memperkuat upaya melawan diskriminasi.

Perubahan regulasi itu mencakup penggunaan VAR yang lebih luas, hukuman tegas bagi pemain yang menutupi mulut saat konflik di lapangan, batas waktu lemparan ke dalam dan tendangan gawang, hingga jeda hidrasi wajib dalam setiap babak.

Baca Juga: Guillermo Ochoa Berpeluang Cetak Sejarah sebagai Kiper Pertama di Enam Edisi Piala Dunia, Ini Daftar Lengkap Skuad Meksiko

Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina, mengatakan perubahan aturan ini merupakan salah satu reformasi terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

"Amandemen ini bertujuan mengatasi diskriminasi, mengurangi buang waktu, meningkatkan tempo pertandingan, serta memperbaiki pengalaman pemain dan suporter," kata Collina dalam konferensi pers.

Salah satu aturan baru yang menjadi sorotan adalah hukuman kartu merah bagi pemain yang menutupi mulut menggunakan tangan, lengan, atau jersey saat terlibat konfrontasi di lapangan.

Aturan tersebut lahir setelah kasus pemain Benfica, Gianluca Prestianni, yang mendapat sanksi UEFA karena diduga melontarkan ujaran diskriminatif kepada Vinicius Junior sambil menutupi mulutnya.

Baca Juga: Inggris Wajib Juara Piala Dunia 2026, Tuchel Hadapi Tekanan Besar Usai Coret Banyak Pemain Bintang

Selain itu, pemain yang meninggalkan lapangan sebagai bentuk protes terhadap keputusan wasit juga akan langsung menerima kartu merah. 

Hukuman serupa berlaku bagi ofisial tim yang memprovokasi pemain untuk meninggalkan pertandingan.

Jika tindakan tersebut menyebabkan pertandingan dihentikan, tim yang bersangkutan akan dinyatakan kalah walkover.

IFAB juga memperluas kewenangan Video Assistant Referee (VAR). 

Kini VAR dapat mengintervensi sejumlah situasi tambahan, termasuk kartu kuning atau merah yang diberikan kepada pemain yang salah, kartu merah akibat pelanggaran identitas, hingga keputusan sepak pojok yang dinilai keliru dan masih bisa diperbaiki sebelum pertandingan dilanjutkan.

VAR juga dapat meninjau pelanggaran yang terjadi sebelum bola kembali dimainkan dalam situasi bola mati.

Baca Juga: Luis Suarez Dicoret, Bielsa Umumkan Skuad Uruguay Piala Dunia 2026

Di sisi lain, wasit akan menerapkan hitung mundur visual selama lima detik untuk lemparan ke dalam dan tendangan gawang.

Apabila lemparan ke dalam tidak dilakukan setelah hitungan berakhir, bola akan diberikan kepada lawan. 

Sementara tendangan gawang yang terlambat dieksekusi akan berujung hadiah tendangan sudut bagi tim lawan.

Aturan pergantian pemain juga diperketat. Pemain yang ditarik keluar wajib meninggalkan lapangan dalam waktu maksimal 10 detik melalui titik terdekat di garis lapangan.

Baca Juga: Profil Stadion Piala Dunia 2026: Dallas Stadium, Stasiun Luar Angkasa Star Wars yang Bisa Muat Patung Liberty

Jika melewati batas waktu tersebut, pemain pengganti baru dapat masuk setelah satu menit permainan berjalan dan mendapat izin dari wasit.

Perubahan lain adalah kewajiban pemain lapangan yang mendapat perawatan medis di dalam lapangan untuk berada di luar lapangan selama satu menit setelah pertandingan dilanjutkan. 

Ketentuan ini tidak berlaku untuk penjaga gawang, cedera kepala, benturan serius, maupun pemain yang akan mengambil penalti.

FIFA juga mewajibkan jeda hidrasi selama tiga menit pada setiap babak pertandingan. 

Jeda tersebut umumnya dilakukan sekitar menit ke-22, meski wasit diberikan fleksibilitas menyesuaikan kondisi pertandingan.

Menurut FIFA, seluruh perubahan tersebut akan mulai diterapkan pada Piala Dunia 2026 sebagai turnamen besar pertama yang menggunakan regulasi baru hasil revisi IFAB.(*)

Editor : Budi Miank
#IFAB #aturan #VAR #piala dunia 2026 #fifa