Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Pemain Timnas Iran Akui Perang Ganggu Persiapan Piala Dunia 2026, Tetap Berjuang demi Kebahagiaan Rakyat

Uray Ronald • Jumat, 5 Juni 2026 | 06:31 WIB
Gelandang Timnas Iran Saeid Ezatolahi. (AOL)
Gelandang Timnas Iran Saeid Ezatolahi. (AOL)

 

PONTIANAK POST - Gelandang Timnas Iran Saeid Ezatolahi mengakui perang yang melibatkan negaranya dengan salah satu tuan rumah Piala Dunia 2026 telah memberikan tekanan mental besar terhadap persiapan tim.

Meski demikian, para pemain bertekad tetap tampil maksimal demi membawa kebahagiaan bagi rakyat Iran yang tengah menghadapi masa sulit.

Pernyataan tersebut disampaikan Ezatolahi saat pemusatan latihan Iran di Turki menjelang keberangkatan menuju Meksiko untuk mengikuti putaran final Piala Dunia 2026.

Perang dan Politik Membayangi Persiapan Timnas Iran

Persiapan Iran menuju Piala Dunia berlangsung dalam situasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah turnamen.

Untuk pertama kalinya dalam hampir 100 tahun penyelenggaraan Piala Dunia, sebuah negara peserta harus menjalani persiapan ketika negaranya sedang berada dalam konflik dengan salah satu negara tuan rumah.

Ezatolahi yang kini berusia 29 tahun mengakui kondisi tersebut tidak mudah bagi para pemain.

"Kami terus mengikuti perkembangan berita dari negara kami. Tentu saja situasi politik dapat memengaruhi pikiran para pemain dan masyarakat," ujarnya kepada ESPN.

Baca Juga: Visa Timnas Iran untuk Piala Dunia 2026 Resmi Terbit, Persiapan Tim Berjalan Tanpa Hambatan

Tekanan tersebut tidak hanya dirasakan pemain senior. Seluruh skuad harus membagi fokus antara persiapan pertandingan dan kekhawatiran terhadap keluarga serta masyarakat yang berada di tanah air.

Proses Visa Sempat Ganggu Agenda Piala Dunia

Selain tekanan psikologis, Timnas Iran juga menghadapi kendala administratif menjelang turnamen.

Skuad Iran telah menjalani lebih dari dua pekan pemusatan latihan di Antalya, Turki. Sejumlah pemain bahkan harus melakukan perjalanan ke Ankara untuk mengurus visa masuk ke Amerika Serikat.

Masalah pengurusan dokumen sempat memaksa federasi mengubah lokasi basis latihan Piala Dunia.

Awalnya Iran berencana berkamp di Tucson, Arizona, namun akhirnya dipindahkan ke Tijuana, Meksiko, yang berbatasan langsung dengan California.

Kabar baik datang pada Kamis ketika federasi mengumumkan seluruh anggota tim telah menyelesaikan proses perizinan masuk yang diperlukan untuk mengikuti turnamen.

Tim dijadwalkan berangkat ke Meksiko pada akhir pekan sebelum memasuki fase akhir persiapan kompetisi.

Baca Juga: Nasib Timnas Iran Terkatung-katung: Piala Dunia Kurang Sebulan, Visa ke AS Belum Jelas

Bermain untuk Rakyat yang Sedang Menghadapi Kesulitan

Bagi para pemain Iran, Piala Dunia kini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar kompetisi olahraga.

Gelandang berusia 24 tahun, Mohammad Ghorbani, mengatakan tim memahami penderitaan yang sedang dialami masyarakat akibat perang.

Karena itu, setiap pemain merasa memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan harapan melalui sepak bola.

"Kami tahu rakyat kami sedang menghadapi banyak kesulitan selama perang. Kami pergi ke sana untuk mereka dan berusaha memberikan hasil terbaik demi kebahagiaan mereka," katanya.

Baca Juga: Timnas Iran Dilepas Berangkat ke Piala Dunia, Presiden Pezeshkian Titip Pesan Haru

Pernyataan tersebut mencerminkan bagaimana sepak bola sering menjadi sumber harapan bagi masyarakat yang tengah menghadapi tekanan sosial dan kemanusiaan.

Dalam berbagai konflik dunia, olahraga kerap menjadi simbol persatuan yang mampu menyatukan warga di tengah perbedaan dan ketidakpastian.

Jadwal Berat Menanti Iran di Piala Dunia 2026

Iran akan memulai perjalanan mereka di Grup G Piala Dunia 2026 pada 15 Juni menghadapi Selandia Baru di Inglewood, California.

Setelah itu, Iran kembali bermain di stadion yang sama untuk menghadapi Belgia pada 21 Juni. Pertandingan terakhir fase grup akan berlangsung di Seattle melawan Mesir pada 26 Juni.

Dua laga pertama akan dimainkan di kawasan Los Angeles yang memiliki komunitas diaspora Iran cukup besar. Situasi tersebut diperkirakan menciptakan atmosfer emosional bagi para pemain.

Ezatolahi mengaku bangga dapat kembali membela negaranya di panggung dunia setelah sebelumnya tampil pada Piala Dunia 2018 dan 2022.

"Kami harus menjernihkan pikiran dan tetap fokus. Tugas kami adalah berjuang untuk rakyat kami, mewakili negara kami, dan menunjukkan kemampuan terbaik yang kami miliki," ujarnya.

Baca Juga: Jadwal Timnas Iran di Piala Dunia 2026 dan Tantangan Visa Jelang Laga di Amerika Serikat

Ghorbani juga menegaskan skuad Iran ingin menunjukkan arti persatuan kepada dunia.

"Kami adalah satu tim di bawah satu bendera. Kami ingin membawa kebahagiaan bagi seluruh rakyat Iran dan menunjukkan kekuatan rakyat Iran kepada dunia," katanya.

Di tengah ketidakpastian akibat konflik dan tantangan administratif menjelang turnamen, pesan yang dibawa Timnas Iran tetap sederhana.

Sepak bola mungkin tidak dapat menghentikan perang, tetapi dapat memberikan harapan bagi jutaan orang yang sedang berjuang menghadapi dampaknya.*

Editor : Uray Ronald
#Perang Iran #Saeid Ezatolahi #Visa Amerika Serikat #timnas iran #piala dunia 2026