Nasional Metropolis Daerah Pro Bisnis Ekonomi Olahraga Otomotif Internasional Kriminal Features Mozaik Ramadan Tekno Entertainment Event Kesehatan Kuliner Lifestyle Ragam Cahaya Iman Cek Fakta For Her Jelita Bursa Properti

Piala Dunia 2026: Hanya Sekali Kalah dalam 16 Laga, Skuad Uzbekistan Siap Curi Perhatian

Budi Miank • Minggu, 7 Juni 2026 | 09:00 WIB
Fabio Cannavaro membawa Uzbekistan ke Piala Dunia 2026.(INSTAGRAM/@fabiocannavaroofficial)
Fabio Cannavaro membawa Uzbekistan ke Piala Dunia 2026.(INSTAGRAM/@fabiocannavaroofficial)

PONTIANAK POST- Uzbekistan resmi lolos ke putaran final Piala Dunia 2026 untuk pertama kalinya dalam sejarah setelah menuntaskan babak kualifikasi zona Asia dengan finis sebagai runner-up grup di bawah Iran. 

Tim asal Asia Tengah itu memastikan tiket ke turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko setelah hanya menelan satu kekalahan dalam 16 pertandingan sepanjang kualifikasi.

Pencapaian Uzbekistan menjadi semakin bersejarah karena mereka tercatat sebagai negara Asia Tengah pertama yang berhasil lolos ke putaran final Piala Dunia senior. 

Baca Juga: Iran Tuduh AS Tolak Visa Staf Timnas Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Diminta Turun Tangan

Bahkan, Uzbekistan juga menjadi negara "double-landlocked" pertama di dunia yang mampu mencapai turnamen tersebut. 

Status double-landlocked berarti negara tersebut dikelilingi negara-negara tanpa akses laut sehingga untuk mencapai pantai harus melintasi sedikitnya dua perbatasan negara.

Keberhasilan ini diraih di bawah arahan pelatih asal Italia, Fabio Cannavaro. 

Mantan kapten timnas Italia yang mengangkat trofi Piala Dunia 2006 itu ditunjuk sebagai pelatih Uzbekistan pada Oktober 2025 menggantikan Timur Kapadze. 

Baca Juga: FIFA Longgarkan Larangan Botol Minum di Piala Dunia 2026 Setelah Gelombang Kritik

Cannavaro mengakui kesempatan tampil di Piala Dunia menjadi alasan utama menerima tawaran tersebut.

"Ada alasan yang sangat menentukan saya menerima pekerjaan ini, yaitu Piala Dunia," kata Cannavaro seperti dikutip dari BBC Sport.

Secara permainan, Cannavaro mempertahankan formasi 3-4-2-1 yang berubah menjadi 5-4-1 saat bertahan. 

Federasi Sepak Bola Uzbekistan meyakini pendekatan defensif dapat memberikan hasil maksimal di level internasional.

Kekuatan utama Uzbekistan terletak pada skuad yang solid dan telah bermain bersama dalam waktu lama. Cannavaro menggambarkan anak asuhnya sebagai tim yang memiliki mentalitas kuat.

Baca Juga: Masih Menyimpan Luka Lama, Mbappe Akui Tak Pernah Tonton Ulang Final Piala Dunia 2022

"Mereka adalah petarung sejati, mereka tidak pernah menyerah," ujarnya.

Salah satu pemain yang paling disorot adalah bek tengah berusia 21 tahun, Abdukodir Khusanov. 

Pemain muda tersebut menjadi pesepak bola Uzbekistan pertama yang tampil di Liga Inggris bersama Manchester City. 

Selain Khusanov, Uzbekistan juga mengandalkan kapten sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas, Eldor Shomurodov, yang telah mengoleksi 43 gol internasional.

Nama lain yang patut diperhatikan adalah winger berusia 22 tahun, Abbosbek Fayzullaev. 

Baca Juga: Masih Menyimpan Luka Lama, Mbappe Akui Tak Pernah Tonton Ulang Final Piala Dunia 2022

Pemain yang pernah dinobatkan sebagai pemain muda terbaik Asia 2023 itu mencetak empat gol sepanjang kualifikasi Piala Dunia 2026 dan disebut-sebut memiliki gaya bermain mirip bintang Paris Saint-Germain, Khvicha Kvaratskhelia.

Perjalanan Uzbekistan menuju Piala Dunia bukan tanpa rintangan. Mereka beberapa kali gagal lolos secara dramatis, termasuk insiden kontroversial saat menghadapi Bahrain pada play-off kualifikasi Piala Dunia 2006. 

Kala itu, keputusan wasit yang keliru membuat FIFA memerintahkan pertandingan diulang dan Uzbekistan akhirnya gagal melaju.[]

Editor : Budi Miank
#Fabio Cannavaro #Abdukodir Khusanov #uzbekistan #piala dunia 2026