PONTIANAK POST - Ghana menghadapi Piala Dunia 2026 dengan situasi tidak ideal setelah menunjuk pelatih veteran asal Portugal, Carlos Queiroz, hanya 65 hari sebelum laga pembuka turnamen di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Federasi Sepak Bola Ghana mengambil keputusan tersebut usai memecat Otto Addo sekitar 72 hari sebelum kompetisi dimulai demi memperbaiki performa Black Stars di panggung dunia.
Pelatih asal Portugal tersebut kini harus mempersiapkan tim dalam waktu singkat untuk menghadapi lawan-lawan berat, termasuk finalis Piala Dunia 2018 Kroasia dan Inggris yang berstatus salah satu kekuatan utama Eropa.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Hanya Sekali Kalah dalam 16 Laga, Skuad Uzbekistan Siap Curi Perhatian
Menurut laporan BBC Sport, Queiroz menyebut tugas bersama Ghana sebagai tantangan terbesar dalam karier kepelatihannya yang telah berlangsung lebih dari empat dekade.
"Ini adalah tantangan terbesar dalam karier saya," kata Carlos Queiroz, pelatih Ghana, terkait persiapan singkat menuju Piala Dunia 2026.
Situasi Ghana semakin rumit setelah kehilangan sejumlah pemain penting akibat cedera. Winger andalan Mohammed Kudus dipastikan absen, sementara dua bek utama, Mohammed Salisu dan Alexander Djiku, juga tidak dapat memperkuat tim.
Kondisi tersebut membuat harapan besar bertumpu pada Antoine Semenyo. Penyerang berusia 26 tahun itu datang ke Piala Dunia setelah menjalani musim gemilang di Liga Inggris dan memenangkan dua trofi bersama Manchester City.
Baca Juga: Iran Tuduh AS Tolak Visa Staf Timnas Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Diminta Turun Tangan
Semenyo juga menjadi salah satu pemain paling produktif Ghana dalam beberapa tahun terakhir.
Kecepatan dan kemampuannya bermain di berbagai posisi lini depan dinilai menjadi senjata utama Black Stars untuk mengandalkan serangan balik.
Selain Semenyo, Ghana masih memiliki kapten Jordan Ayew yang tampil tajam selama kualifikasi dengan mencetak tujuh gol dari 10 pertandingan.
Ayew juga baru menyamai rekor 120 penampilan milik sang kakak, Andre Ayew, sebagai pemain dengan caps terbanyak dalam sejarah tim nasional Ghana.
Meski berhasil lolos ke putaran final setelah finis di puncak grup kualifikasi dengan delapan kemenangan dari 10 pertandingan, performa Ghana belakangan menjadi sorotan.
Baca Juga: FIFA Longgarkan Larangan Botol Minum di Piala Dunia 2026 Setelah Gelombang Kritik
Mereka gagal lolos ke Piala Afrika untuk pertama kalinya sejak 2004 dan sempat menelan kekalahan telak 1-5 dari Austria pada Maret lalu.
Saat ini Ghana berada di peringkat ke-74 dunia FIFA, salah satu yang terendah di antara peserta Piala Dunia 2026. .(*)
Editor : Budi Miank