PONTIANAK POST - Portugal membawa dua target besar ke Piala Dunia 2026, yakni mengejar gelar dunia pertama dalam sejarah dan memberikan penghormatan bagi Diogo Jota yang wafat dalam kecelakaan mobil.
Dengan dukungan skuad bertabur bintang dan dipimpin Cristiano Ronaldo, Selecao berharap dapat mengubah duka menjadi energi positif di turnamen mendatang.
"Kami ingin menghormati kenangannya setiap hari. Semangat, kekuatan, dan teladan Diogo Jota akan selalu menjadi bagian dari tim ini," kata Martinez seperti dikutip dari BBC Sport.
Baca Juga: Piala Dunia 2026: Messi Belum Habis, Argentina Datang dengan Misi Pertahankan Mahkota Juara
Portugal lolos ke Piala Dunia 2026 dengan cara meyakinkan setelah bangkit dari kekalahan di Dublin dan menutup fase kualifikasi dengan kemenangan telak 9-1 atas Armenia, yang menjadi kemenangan terbesar kedua dalam sejarah tim nasional tersebut.
Di lini tengah, Portugal mengandalkan kreativitas Vitinha, menjadi pemain dengan jumlah operan sukses terbanyak di area lawan di lima liga top Eropa sepanjang musim 2025-2026.
Sorotan utama tetap tertuju kepada Ronaldo. Penyerang berusia 41 tahun itu masih memegang rekor sebagai pemain pria dengan jumlah penampilan dan gol internasional terbanyak sepanjang sejarah.
Ia juga menjadi satu-satunya pemain yang mampu mencetak gol dalam lima edisi Piala Dunia berbeda.
"Ini pasti akan menjadi Piala Dunia terakhir saya," ujar Ronaldo pada November tahun lalu.
Meski demikian, Martinez masih membuka peluang bagi sang kapten untuk tetap terlibat hingga Piala Dunia 2030 yang sebagian akan digelar di Portugal.
Menurut BBC Sport, Portugal telah tampil di setiap Piala Dunia sejak 2002. Namun, di tengah era yang kerap disebut sebagai generasi emas, mereka baru sekali mencapai semifinal sejak 1966.(*)
Editor : Budi Miank