PONTIANAK POST - Setelah tampil dominan saat menjuarai UEFA Euro 2024, Spanyol kini mengalihkan fokus ke Piala Dunia 2026 dengan target merebut gelar dunia kedua dalam sejarah.
Namun, skuad bertabur talenta muda yang dibangun Luis de la Fuente harus menghadapi tantangan besar berupa tekanan status favorit dan hambatan sejarah yang jarang berhasil ditembus juara Eropa.
Prestasi tersebut membuat La Roja masuk dalam daftar unggulan utama menuju Piala Dunia 2026.
Meski demikian, data historis menunjukkan jalan Spanyol tidak akan mudah.
Menurut laporan BBC Sport, hanya dua tim dalam sejarah yang mampu menjuarai Piala Eropa dan Piala Dunia secara beruntun, yakni Jerman Barat pada 1972 dan 1974 serta Spanyol pada 2008 dan 2010.
Bahkan sejak Piala Dunia 1990, hanya dua juara Eropa yang mampu memenangkan lebih dari satu pertandingan di putaran final Piala Dunia berikutnya.
Fakta tersebut menjadi pengingat bahwa status favorit tidak selalu berbanding lurus dengan hasil di lapangan.
Skuad Spanyol saat ini juga memiliki karakter berbeda dibanding generasi emas yang menjuarai Piala Dunia 2010.
Kala itu, hampir seluruh pemain inti berasal dari Barcelona dan Real Madrid. Sementara tim yang menjuarai Euro 2024 diperkuat pemain dari 10 klub berbeda.
Menariknya, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Spanyol tampil di Piala Dunia tanpa satu pun pemain Real Madrid dalam skuad utama.
Pelatih Luis de la Fuente menegaskan bahwa pemilihan pemain tidak didasarkan pada asal klub.
"Saya tidak melihat dari mana pemain berasal. Yang terpenting adalah apakah mereka berguna bagi tim," kata De la Fuente.
Meski tampil konsisten dalam dua tahun terakhir, Spanyol juga memiliki catatan yang perlu diperbaiki.
Sejak menjuarai Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, La Roja belum pernah lagi memenangi pertandingan fase gugur di turnamen tersebut.
Dalam tiga edisi terakhir Piala Dunia, Spanyol hanya meraih tiga kemenangan dari total 11 pertandingan yang dijalani.
Statistik itu menjadi pekerjaan rumah besar bagi De la Fuente untuk membuktikan bahwa generasi sekarang mampu mengakhiri penantian panjang di panggung dunia.(*)
Editor : Budi Miank